PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Ratusan Penumpang Tertahan di Semayang, DLU: Solar Pertamina Telat

Home Berita Ratusan Penumpang Tertaha ...

Ratusan penumpang KM Dharma Ferry VII tujuan Surabaya terpaksa menunggu hingga enam jam di Pelabuhan Semayang, Balikpapan. PT Dharma Lautan Utama buka-bukaan. 


Ratusan Penumpang Tertahan di Semayang, DLU: Solar Pertamina Telat
Kapal Motor (KM) Dharma Ferry VII milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) saat sandar di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Selasa (4/8/2026) kemarin. Foto: Ekspos/Erik

EKSPOSKALTM, Balikpapan – Ratusan penumpang Kapal Motor (KM) Dharma Ferry VII milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) mengeluhkan keterlambatan keberangkatan rute Balikpapan-Surabaya dari Pelabuhan Semayang, Selasa (4/8). Kapal semestinya bertolak pukul 06.00 WITA baru dapat berlayar sekitar pukul 12.00 WITA atau molor enam jam dari jadwal.

Keterlambatan tersebut memicu kekecewaan penumpang, terutama mereka yang harus melanjutkan perjalanan darat ke sejumlah kota di Jawa Timur. Sebagian penumpang mengaku tidak mendapat pemberitahuan awal sehingga terpaksa menunggu di dalam kapal sejak dini hari.

Seorang penumpang asal Samarinda, Dauri (31), telah berada di dalam kapal sejak pukul 04.00 WITA agar tidak ketinggalan. "Sejak jam 4 subuh saya sudah masuk kapal. Saya sempat tidur, pas bangun saya kira sudah jalan, ternyata kapalnya masih di Pelabuhan Semayang," ujarnya Selasa.

Menurut Dauri, petugas di kapal menyampaikan bahwa keterlambatan disebabkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar belum tiba. "Saya sudah coba tanya petugas di atas kapal, mereka bilang ada keterlambatan pengiriman BBM solar, jadi keberangkatan ikut terdampak," katanya.

Ia mengaku kecewa karena keterlambatan itu berpotensi mengganggu jadwal bus yang telah dipesannya di Surabaya. "Pastinya agak kecewa. Saya juga kejar jadwal bus di Surabaya. Ini pertama kali saya naik kapal DLU, padahal tujuan akhir saya Jakarta," ucapnya.

Keluhan serupa disampaikan Indrawati (52), penumpang tujuan Gresik. Ia berangkat bersama lima anggota keluarga, termasuk seorang anak kecil. "Harusnya tepat waktu. Semestinya ada pemberitahuan, tapi kami tidak dapat informasi. Kami masuk kapal sekitar pukul 04.30 WITA karena takut terlambat, ternyata kapalnya yang terlambat berangkat," katanya.

Indrawati menilai keterlambatan setengah hari cukup merugikan, terutama bagi keluarganya yang harus menyesuaikan agenda kerja. "Setengah hari itu lumayan kalau dipotong dari waktu kerja," ujarnya.

Suplai Solar dari Pertamina Terlambat

Pimpinan DLU Cabang Balikpapan, M. Saleh, membenarkan keterlambatan dipicu molornya pasokan BBM untuk pengisian kapal. Menurutnya, DLU biasanya mengajukan kebutuhan BBM sepekan sebelum jadwal keberangkatan untuk beberapa kapal sekaligus. Seluruh pengajuan seharusnya tuntas paling lambat H-1 keberangkatan.

"Memang ada keterlambatan suplai BBM. Biasanya kami ajukan satu minggu sebelumnya dan harus selesai H-1. Namun belakangan ini ada keterlambatan dari Pertamina sehingga keberangkatan kapal ikut tertunda," jelas Saleh.

Ia mengatakan sesuai SOP perusahaan, penumpang akan mendapat kompensasi tambahan konsumsi jika keterlambatan mencapai enam jam. "Sesuai SOP kami, kalau terlambat enam jam kami keluarkan ekstra makan untuk penumpang," katanya.

Saleh menambahkan DLU pernah terpaksa membeli solar industri agar jadwal tidak tertunda terlalu lama, meskipun biaya operasional membengkak karena harga solar industri lebih mahal. "Terpaksa kami beli dengan harga cukup mahal. Penumpang kami banyak dan tidak bisa menunggu terlalu lama. Banyak di antara mereka bepergian untuk bisnis maupun logistik," ujarnya.

Saleh menyebut keterlambatan pasokan BBM juga terjadi di sejumlah wilayah lain, seperti Lombok dan Maumere. Berdasarkan informasi yang diterima perusahaan, kendala diduga berkaitan dengan stok pencampuran (blending) setelah penerapan bahan bakar B50.

"Sejak B50 diterapkan, kapal kami sudah lima sampai enam kali mengalami keterlambatan karena suplai BBM terlambat. Penyebab pastinya kami belum mendapat penjelasan rinci. Informasi yang kami terima di lapangan memang ada kendala di Pertamina," pungkasnya.

Ia berharap kondisi normal kembali agar kepercayaan pengguna jasa tidak tergerus. "Saat ini belum berdampak terhadap jumlah penumpang, tapi kalau kondisi berlangsung cukup lama, bukan tidak mungkin pengguna jasa akan beralih," ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pertamina belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlambatan pasokan solar yang disebut menjadi penyebab molornya keberangkatan KM Dharma Ferry VII.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :