PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Samarinda Jalin Sister City dengan Kota di Rusia, Diplomasi Kilat Tuntas Hanya dalam Dua Bulan

Home Berita Samarinda Jalin Sister Ci ...

Samarinda menjalin kerja sama sister city dengan Yekaterinburg, Rusia, hanya dalam dua bulan. Pemkot menargetkan hasil nyata lewat program industri, SDM, lingkungan, dan perdagangan.


Samarinda Jalin Sister City dengan Kota di Rusia, Diplomasi Kilat Tuntas Hanya dalam Dua Bulan
Samarinda menjalin kerja sama sister city dengan Yekaterinburg, Rusia, hanya dalam dua bulan. Pemkot menargetkan hasil nyata lewat program industri, SDM, lingkungan, dan perdagangan.

EKSPOSKALTIM, SAMARINDA — Samarinda berhasil menjajaki kerja sama internasional yang tidak biasa. Lewat diplomasi serba cepat yang hanya memakan waktu dua bulan, sejak awal Juli 2026 Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah mengikat komitmen sister city dengan Kota Yekaterinburg, Rusia. 

Di tengah maraknya kerja sama luar negeri yang kerap berhenti di level seremonial, langkah diplomasi Samarinda-Yekaterinburg justru diawali dengan respons taktis. Inisiatif ini bermula dari penawaran Yekaterinburg yang diteruskan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim), lalu dieksekusi dengan cepat di bawah instruksi pimpinan daerah serta pengawalan ketat regulasi pusat.

Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Idfi Septiani, menceritakan bagaimana proses kilat dua bulan tersebut bergulir tanpa menabrak aturan hukum. Hal ini berawal dari surat Pemprov Kaltim yang menginformasikan adanya penawaran kerja sama kota persaudaraan agar segera dijajaki.

“Kami laporkan kepada Bapak Wali Kota, lalu beliau memerintahkan kepada kami untuk dijajaki. Setelah itu kami intens berkomunikasi dengan Kota Yekaterinburg di Rusia," ungkap Idfi.

Guna memastikan setiap gerak diplomasi ini legal dan terarah, Pemkot Samarinda secara proaktif mengandalkan pengawasan Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) melalui Permendagri Nomor 25 Tahun 2020.

“Karena kita harus melapor kepada Kemendagri dan difasilitasi oleh Kemendagri," tambahnya.

Keunikan dari penjajakan ini terletak pada pertaruhan tenggat waktu yang mengikat. Penandatanganan Letter of Intent (LoI) secara sirkuler (online) barulah sebuah babak pembuka. Pemkot Samarinda menegaskan tidak ada ruang untuk janji manis tanpa kejelasan program dan anggaran.

"LoI ini, kalau dalam kerangka kerja sama di Indonesia, setara dengan MoU," jelas Idfi.

Idfi menggarisbawahi bahwa LoI ini menetapkan hitung mundur. Dalam durasi maksimal satu tahun, kedua belah pihak diwajibkan mengunci kesepakatan final ke dalam dokumen MoU yang berisi action plan terukur.

"Mulai dari detail program, berapa banyak kegiatan yang akan dilakukan, kapan dilaksanakan, termasuk pembiayaannya, hingga output dan outcome-nya," tegas Idfi.

Kesepakatan kilat ini berhasil mengerucutkan lima area strategis yang dinilai realistis bagi kedua kota, diantaranya bidang Industri dan Perdagangan (Industry and Trade), Peningkatan Kapasitas SDM (Human Resource Capacity Building), Tata Kelola Pemerintahan (Public Governance), Manajemen Lingkungan (Environmental Management), serta Kebudayaan dan Pariwisata (Socio-Cultural Affairs and Tourism).

Penjajakan ini terbilang cerdik lantaran mempertemukan dua ibu kota wilayah yang memiliki skala populasi setara, tetapi dengan keunggulan teknologis yang saling melengkapi. Kata Idfi, Wali Kota Yekaterinburg Alexey Orlov mengungkapkan bahwa kotanya berakar pada "DNA" manufaktur mesin berat (heavy machinery) serta telah sukses memproduksi 300 unit mobil listrik modern.

"Itu menjadi salah satu hal menarik untuk kita bahas lebih lanjut, apa yang bisa kita selaraskan dan sinergikan dengan Kota Samarinda," ujar Idfi.

Pada akhirnya, pihaknya meyakini bahwa kesuksesan diplomasi kilat tersebut tidak diukur dari megahnya seremoni penandatanganan di layar kaca, melainkan dari dampak riil terhadap roda ekonomi warga Samarinda.

"Yang paling pasti, pertumbuhan ekonomi baik dari penyerapan tenaga kerja (labor) maupun perluasan pasar (market) bagi seluruh produk bisnis yang ada di Kota Samarinda," pungkas Idfi.

 


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :