EKSPOSKALTIM, Bontang – Kasatlantas Polres Bontang AKP Irawan Setyono menjelaskan upaya menekan angka kecelakaan serta pelanggaran lalu lintas dengan menerjunkan tim khusus yang terdiri dari polisi wanita (polwan), juga bertujuan untuk menumbuhkan budaya malu bagi para pengendara. Terlebih, bagi pengendara yang berstatus karyawan atau pegawai pemerintahan.
Saat kedapatan melakukan pelanggaran, para pengendara berstatus ini tidak akan mendapat teguran polantas di lokasi kejadian. Namun, mereka akan dibuntuti timsus Polwan Satlantas hingga sampai di kantor tempat pengendara ini bekerja.
“Disana (kantor pengendera, red) kami akan menjelaskan pelanggaran yang dilakukannya, dan memberikan himbauan dalam berlalu lintas yang baik dan benar. Sehingga, dengan sendirinya budaya malu melanggar aturan lalu lintas dijalan bisa diterapkan di Kota Bontang,” ujar Irawan di kantornya, Senin (8/8) pagi tadi.
Menurutnya, Mindset dan Culturset masyarakat Kota Bontang yang sangat beragam ini mesti dirubah, sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat dilakukan secara berkesinambungan. Olehnya itu, masyarakat diingatkan utuk bersama-sama dengan kepolisian menciptakan situasi yang kondusif, terutama dalam berlalu lintas.
“Dalam kegiatan ini, kami mengajak masyarakat Kota Bontang untuk sama-sama bersinergi dalam menekan fatalitas laka lantas, dan mengingatkan bila kota kita tercinta ini tertib dan teratur dalam berlalu lintas. Dengan begitu, Insya Allah, para Investor akan yakin dalam berinvestasi di Kota Bontang,” tandasnya(*)

