EKSPOSKALTIM, Bontang- Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Agus Haris cemas terhadap gagalnya lelang pengadaan seragam sekolah karena terbentur evaluasi administrasi dan teknis. Seperti kurangnya persyaratan dan komunikasi antara dinas terkait dengan pengusaha atau kontraktor.
Menurut Agus, hal ini bisa merugikan siswa-siswi yang sekiranya dapat memiliki seragam gratis dari pemerintah sebelum penerimaan siswa-siswi baru pada Juli mendatang.
“Harapan orangtua kan pas anaknya masuk sekolah tahun ajaran baru tidak mesti beli perlengkapan sekolah lagi,” kata Agus saat ditemui di kantornya, Gedung DPRD Bontang, Jalan Moch Roem, Selasa (2/5).
Gagalnya pelelangan seragam ini, Agus mempertanyakan keseriusan dinas terkait yang membidangi dan Unit Layanan Pengadaan (ULP) itu sendiri. Selain itu, ia menyebut kurang cakapnya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.“Kenapa ini bisa gagal, ada apa di balik itu,” tanyanya.
Ia mengatakan, jika penerimaan siswa-siswi telah berlangsung dan seragam tersebut belum didistribusikan, menurutnya seragam gratis ini akan percuma. "Orangtua siswa kalau sudah beli ya mau apa lagi. Mestinya, seragam ini sudah siap didistribusikan dan siap pakai," ujarnya.
Mengingat waktu penerimaan siswa-siswi baru tinggal dua bulan, Agus mengharapkan agar segera ada pemenang lelang jika kembali dilakukan pelelangan. "Kalau seragam ini nantinya tidak bisa dipakai, yang kasihan orangtua siswa," tutupnya. (adv)
Ketua Komisi I DPRD Bontang Agus Haris
Editor : Benny Oktaryanto

