PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tak Cukup Sehat, Calon Juru Masak MBG di Samarinda Wajib Lolos Tes Hepatitis dan TBC

Home Berita Tak Cukup Sehat, Calon Ju ...

Di balik ribuan porsi Makan Bergizi Gratis yang akan disajikan setiap hari, ada syarat yang tak bisa ditawar: setiap calon pekerja dapur harus dipastikan bebas dari penyakit menular seperti hepatitis dan TBC sebelum diizinkan mengolah makanan.


Tak Cukup Sehat, Calon Juru Masak MBG di Samarinda Wajib Lolos Tes Hepatitis dan TBC
ILUSTRASI mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terparkir saat mendukung distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Standar kesehatan menjadi salah satu syarat mutlak dalam operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tidak hanya fasilitas yang harus memenuhi ketentuan sanitasi, seluruh calon pekerja juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan terbebas dari penyakit menular yang berisiko mengganggu keamanan pangan.

Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh tenaga kerja yang akan terlibat di dapur SPPG, termasuk apabila berasal dari kalangan warga binaan lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan yang menjadi bagian dari program pembinaan pemasyarakatan.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda, Maryam Amir, menegaskan setiap calon pekerja dapur wajib melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum diperbolehkan bekerja.

"Harus ada pemeriksaan kesehatan, jadi kalau tidak sehat tidak bisa, pemeriksaannya di laboratorium dan harus bebas dari misalnya hepatitis hingga TBC," ujarnya pada EksposKaltim.


Menurut Maryam, pemeriksaan laboratorium menjadi bagian penting dari proses seleksi karena kondisi seseorang yang tampak sehat belum tentu bebas dari penyakit menular.

Karena itu, Dinkes tidak hanya melihat kondisi fisik secara kasat mata, melainkan juga hasil pemeriksaan medis yang dapat memastikan keamanan pekerja untuk terlibat dalam pengolahan makanan.

"Kadang ada yang terlihat sehat ternyata sakit dan bisa menularkan penyakit," tegasnya.

Persyaratan tersebut menjadi perhatian seiring pembangunan sejumlah dapur SPPG di lingkungan lembaga pemasyarakatan, termasuk di Kota Samarinda. Salah satunya adalah dapur SPPG yang saat ini tengah dibangun di lingkungan Rutan Kelas I Samarinda dan diproyeksikan melibatkan warga binaan sebagai tenaga pendukung operasional.

Meski demikian, Dinkes Samarinda menyebut proses pemeriksaan kesehatan terhadap calon pekerja dari kalangan warga binaan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Sebab masih menunggu tahapan administrasi dan perizinan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Maryam menjelaskan hingga saat ini pihaknya belum menerima pengajuan resmi terkait pemeriksaan kesehatan calon pekerja dari dapur SPPG yang sedang dibangun tersebut.

Selain kesehatan pekerja, aspek lain yang menjadi perhatian adalah kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Setiap dapur SPPG diwajibkan memenuhi standar kesehatan lingkungan sebelum dapat beroperasi.

Salah satu syarat utama yang harus tersedia adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bagian dari sistem sanitasi dapur.

"Dan semua (SPPG) juga harus punya IPAL," tutup Maryam.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :