EKSPOSKALTIM.COM - Kelangkaan garam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, juga dialami Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.
Kelangkaan garam ini mengakibatkan harga garam di pasaran mengalami kenaikan.
Berdasarkan pantauan Ekspos Timur di Pasar Tradisional Palakka harga garam mengalami kenaikan seribu rupiah dari harga sebelumnya.
“Yang semula harganya Rp 2.000, kini naik menjadi Rp 3.000,” kata Nafisah (64), salah seorang pedagang yang ditemui di Pasar Palakka, Jumat (28/7/2017) kemarin.
Bahkan menurut Nafsah, pasokan garam ini bukan hanya berkurang, namun takaran dalam kemasan yang sama sebelumnya, juga mengalami pengurangan.
Ia menyebut kenaikan harga garam terjadi belum lama ini. "Setelah kami cek, takaran dalam kemasannya juga berkurang. Padahal sebelumnya satu bungkus isi penuh, tapi sekarang masih ada sisa ruang dari bungkus yang tidak terisi garam," ungkapnya.
Senada, Samsidar(40) yang juga selaku pedagang di pasar ini menjelaskan kenaikan harga garam diakibatkan pasokan yang menipis. Menurut Samsidar, kondisi ini telah berlangsung selama sebulan terakhir.
"Ya, semoga saja kondisi seperti ini cepat kembali seperti semula," pintanya.

