EKSPOSKALTIM, Grogot - Setelah dua hari pencarian dengan menyisir aliran Sungai Kandilo di tengah arus deras dan ancaman buaya, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Fitriadi (43) dalam kondisi meninggal dunia. Jasad ditemukan sekitar 500 meter dari titik awal ia dilaporkan terseret arus.
Tim SAR Gabungan menemukan Fitriadi (43), pendulang pasir yang dilaporkan terseret arus di Sungai Kandilo, Desa Songka, Kabupaten Paser, dalam kondisi meninggal dunia pada hari kedua operasi pencarian, Rabu (13/2).
Komandan regu pencarian, Adi Sudjoko, mengatakan korban ditemukan pada pukul 10.00 WITA, sekitar 500 meter ke arah hilir dari lokasi kejadian perkara (LKP).
“Korban ditemukan pukul 10.00 WITA sekitar 500 meter ke arah hilir dari LKP. Selanjutnya jenazah dievakuasi ke Puskesmas Batu Kajang untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Adi.
Operasi pencarian diawali dengan briefing pada pukul 07.00 WITA, kemudian dilanjutkan penyisiran sejauh kurang lebih 2 kilometer dari LKP. Tim menggunakan peralatan SAR air dan peralatan selam untuk memaksimalkan pencarian di sepanjang aliran sungai.
Proses pencarian tidak berjalan mudah. Selain arus sungai yang deras, tim juga menghadapi potensi ancaman binatang buas seperti buaya yang kerap muncul di kawasan tersebut, meski kondisi cuaca terpantau cerah berawan.
Operasi melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan bersama unsur TNI/Polri, BPBD Paser, Damkar, PMI, Linmas, potensi SAR dari perusahaan sekitar, serta masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan dikerahkan, antara lain Rescue Car Hilux, rubber boat, perahu ketinting milik warga, peralatan SAR air dan selam, perangkat komunikasi, serta peralatan medis.
Dengan ditemukannya korban, pada pukul 11.30 WITA dilakukan debriefing dan seluruh unsur yang terlibat sepakat menghentikan operasi serta mengusulkan penutupan Operasi SAR. Seluruh personel kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing untuk melanjutkan kesiapsiagaan.


