EKSPOSKALTIM, Bontang- Penjualan batu akik di Bontang, menurun drastis dibandingkan beberapa bulan lalu, bahkan saat ini sejumlah perajin terpaksa meninggalkan usahanya.
Biasanya, kabar tentang batu akik ini selalu membuat para pecinta batu akik bergairah dan hendak memilikinya, meskipun harganya bisa sangat mahal untuk varian-varian tertentu tapi itu bukanlah masalah.
"beberapa bulan yang lalu setiap pengrajin batu akik, setiap hari selalu kebanjiran pesanan, bahkan tidak jarang ada yang terpaksa menolak karena banyaknya pesanan," ujar Indra salah satu pengrajin batu akik,saat diwawancarai di lapangan Langlang Bontang, Rabu (16/03/2016).
Namun, menurut dia, tren batu akik di Bontang itu tidak bertahan lama, karena saat ini mereka sudah jarang mendapatkan pesanan pengerjaan dan pembelian batu akik dari warga bontang.
"Biasanya setiap sore banyak orang yang datang untuk melihat-lihat dan membeli batu, tapi sekarang sudah sepi peminat,” ungkapnya.
Lanjut dia, dulunya para pengrajin batu akik bisa mendapat kan sekitar Rp. 600 ribu perharinya bahkan bisa lebih, namun dengan kondisi sekarang ini yang sepi dari para pembeli, hanya bisa mendapatkan sekitar Rp.300 ribu saja perharinya, turun sekitar 50 persen.
“Kami berharap kepada Pemerintah Bontang, untuk dibuatkan tempat yang permanen, agar menarik kembali peminat yang mulai sepi, dan tidak ada yang gulung tikar akibat sepi pembeli,” tutupnya.

