Ekspor perikanan Kaltim mencapai 670,3 ton senilai Rp122,7 miliar pada kuartal I 2026, dengan udang beku menjadi komoditas paling dominan di pasar internasional.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Permintaan pasar global terhadap produk udang mendorong kinerja ekspor perikanan Kalimantan Timur sejak awal tahun. Dua komoditas utama, udang windu beku dan udang pink beku, menjadi penopang utama volume pengiriman ke berbagai negara.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Penguatan Daya Saing Produk Perikanan DKP Kaltim, Irma Listiawati, menyebut kedua jenis udang tersebut konsisten mendominasi ekspor komoditas non-hidup sepanjang Januari hingga Maret 2026.
“Dari seluruh aktivitas pengiriman komoditas perikanan non-hidup sejak awal Januari hingga Maret 2026, kedua jenis udang tersebut terus sebagai primadona penyumbang volume terbesar,” kata Irma, dikutip Jumat (10/4).
Secara total, ekspor produk kelautan Kaltim mencapai 670,3 ton dengan nilai lebih dari Rp122,7 miliar. Aktivitas tertinggi tercatat pada Februari dengan volume 238,05 ton.
Menariknya, meski jenis komoditas yang dikirim saat itu lebih sedikit, nilai transaksi justru menjadi yang tertinggi, yakni Rp47,3 miliar. Kenaikan ini dipicu lonjakan permintaan terhadap udang windu beku di pasar internasional.
Udang windu menyumbang lebih dari separuh total volume ekspor tiap bulan, diikuti udang pink beku di posisi kedua.
Pasarnya juga tidak sempit. Produk udang Kaltim menembus negara-negara di Asia Timur, Asia Tenggara, hingga Amerika Serikat dan Inggris.
Selain udang, komoditas ikan segar seperti kerapu dan bawal juga rutin dikirim ke pasar Tiongkok dan Hong Kong.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltim, Irhan Humaidy, mengatakan capaian ini menjadi bagian dari penguatan sektor perikanan dalam mendukung penyediaan pangan berbasis protein hewani.
“Dalam rangka mendukung Astacita kedua Presiden Prabowo, kami di sektor perikanan Kaltim siap menjadi garda depan untuk penyediaan protein hewani dari ikan,” kata Irhan. (Ant)

