EKSPOSKALTIM, Bontang – Walikota Bontang Neni Moerniaeni membantah jika pembayaran utang terhadap kontraktor merupakan bagian perwujudan program Rp 200 Juta per RT (Produta).
“Kontraktor silahkan membuat opini. Kita menjalankan kegiatan infrastruktur, dananya tidak ada (dari) produta,” kata Neni dalam konferensi persnya di Rumah Jabatan (Rumjab) Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Bontang Utara, (21/2) kemarin.
Neni juga menerangkan tahun ini tidak akan ada pelaksanaan pembayaran Produta. Pergeseran anggaran yang dilakukan bukan berasal dari Produta melainkan utang Pemkot kepada kontraktor yang akan dibayarkan pada tahun ini.
“Yang jelas kita akan bayarkan dulu untuk kegiatan infrastruktur. Dananya tidak ada dari Produta,” jelas
“Mana ada pembayaran Produta, tidak ada kaitannya dengan itu. Nanti kalau di APBD perubahan ini tiba-tiba kita dibayar Rp 70 miliar kita akan selesaikan lagi,” jelas Neni saat ditanya tentang kepastian pembayaran utang ke Kontraktor.
Terkait utang ke Kontraktor Neni mengatakan terdiri dari 600 item kegiatan dengan jumlah Rp 108 miliar. “Kita akan bayarkan Rp 40 miliar dulu,” jelas Neni.
Senada akan hal itu, ketua DPRD Bontang Nursalam menegaskan hal serupa. “Tidak ada kaitannya dengan Produta. Utang bagian lain, Produta bagian lain,” jelas Ketua DPRD Bontang Nursalam.

