PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

WALAU TAK DIBANTU PEMERINTAH, FAHRI TETAP GIGIH KEMBANGKAN USAHA PUPUK ORGANIK

Home Berita Walau Tak Dibantu Pemerin ...

WALAU TAK DIBANTU PEMERINTAH, FAHRI TETAP GIGIH KEMBANGKAN USAHA PUPUK ORGANIK
Fauzi sedang melakukan pembuatan pupuk organik. (Eksposkaltim/Ismail)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Berawal dari usaha kecil-kecilan yang dilakoni dengan penuh ketekunan dan keuletan, kini usaha pembuatan pupuk organik (Bogasi,red) yang dirintis Muhammad Fahri sejak tahun 2006 silam mulai merambah ke Desa Nyerakat, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, sejak tiga tahun belakangan ini. Usaha yang awalnya dibuka disimpang Sangatta tersebut,kini sudah mampu meraup keuntungan sebesar Rp.6 Juta perbulan.

“Untuk penjualannya sendiri masih di area Kaltim seperti Bengalon, Wahau,Rantau Pulung, Sanggata, Samarinda dan Balikpapan,” kata Fahri yang ditemui ditempat usahanya, Jalan Letjen Urip Sumoharjo, Rukun Tetangga (RT) 08, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu (12/06/16).

Untuk penjualannya, Fahri mematok harga bervariatif berdasarkan wilayah pemasarannya. Untuk wilayah Bontang, Fahri mematok harga Rp.2.500 perkilo dan Rp.25 ribu perkarungnya . Sedangkan di luar Bontang, harga perkilonya dipatok Rp.5 ribu dan satu karungnya Rp.30 ribu.

 “Untuk hasil produksinya tergantung dari banyaknya barang dan juga dari PH barang tersebut. Mana yang bisa di produksi dan mana yang tidak bisa diproduksi, karena yang bisa di produksi PHnya sendiri harus sekitar 6,” imbuhnya.

Fahri berharap usahanya ini terus berkembang. Namun kurangnya perhatian dari pihak pemerintah daerah terkait permodalan, ia pun harus mengeluh karena merasa sulit bagi pengusaha kecil sepertinya dalam mengajukan permohonan bantuan.

“Dari awal saya membuka usaha ini, belum ada sedikitpun bantuan dari pihak pemerintah. Saya sudah pernah mengajukan permohonan bantuan, akan tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan dari pihak pemerintah daerah. Saya berharap ada bantuan dari pihak pemerintah agar usaha ini dapat berkembang,” celetuknya.

Disisi lain, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial, Kelurahan Bontang Lestari, Raden Irawan, yang ditemui ditempat berbeda untuk mengonfirmasi perihal bantuan tersebut,  menampik akan keluhan Muhammad Fahri itu.

“Sebenarnya kami pihak kelurahan tidak mempersulit masyarakat yang  mengajukan permohonan bantuan berupa usaha apapun. Akan tetapi, kami di kelurahan hanya memberikan surat pengantar dan selanjutnya akan dilayangkan ke dinas yang terkait, seperti Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (DISSOSNAKER).  Selain itu, usaha tersebut harus memenuhi persyaratan, seperti membentuk sebuah organisasi yang mana organisasi tersebut harus terdiri dari 10 orang dari ketua sampai pekerjanya,” pungkasnya.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :