EKSPOSKALTIM, Bontang – Wacana kenaikan tarif dasar air PDAM Tirta Taman Kota Bontang hingga mencapai 35 persen, dinilai akan berdampak pada kemerosotan perekonomian masyarakat. Terutama, bagi pengusaha skala menengah yang menjadikan air sebagai kebutuhan dasar dalam menjalankan usaha.
“Yang jelas, kalau seperti itu (dinaikkan) saya tidak setujuh lah. Saya kan pengusaha laundry nih, kebutuhan dasar yah air. Kalau tarifnya dinaikkan ini sangat buruk, dan tidak mungkin juga saya menaikkan tarif laundry, nanti malah pelanggan saya yang pada larian,” ujar Fatimah, salah satu pengusaha Laundry di jalan Awang Long, Bontang Utara, Kamis (25/8).
Dijelaskan Fatimah, dalam usaha laundry yang ia jalankan tentu sangat banyak membutuhkan air. Oleh itu, dengan menaikkan tarif dasar air sama halnya mematikan usahanya, karena tentunya ia akan mengalami kerugian.
“Tiap bulannya saya sudah kewalahan membayar tarif air, kalau benar nanti dinaikkan malah rugi jadinya. Semoga lah pemerintah tidak menaikkan tarif ini,” ungkapnya.
Senada, warga bernama Ammong juga menolak wacana kenaikan tarif dasar air tesebut. Jika kenaikan tarif air bersih naik hingga 35 persen, kata dia, tentu akan berdampak pada pengeluaran rumah tangga setiap bulannya.
“Kalau suami kami gajinya tidak seberapa, pasti sangat terbebani. Untuk makan setiap harinya saja kami masih pas-pasan, masa iya harus mengelurkan uang lebih lagi untuk bayar air tiap bulannya,” katanya saat ditemui dikediamannya Jalan Sultan Hasanuddin, Bontang Selatan, Kamis (25/8).
Seperti diketahui, wacana kenaikan tarif dasar air ini disebabkan karena PDAM Tirta Taman mengaku selalu mengalami kerugian setiap tahunnya, akibat harga produksi air yang lebih besar dari harga jual.
Menurut penuturan Plt Direktur PDAM Tirta Taman Bontang, Suramin, saat wawancara dengan salah satu media lokal Bontang, saat ini tarif dasar air Kota Bontang paling rendah ketimbang daerah lainnya.
Kabupaten Sangatta, tarif air sudah mencapai Rp8 ribu, begitupun Samarinda dan Balikpapan. Bahkan penyedia air swasta di Bontang sudah menetapkan harga air bersih per kubiknya di angka Rp13 ribu.

