EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Pengurus Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) mengucap selamat bertugas kepada Irjen Pol Muktiono, pengganti Irjen Pol Priyo Widyanto sebagai Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim).
Ketua Umum Badko HMI Kaltimtara, Abdul Muis mengungkapkan bahwa sebagai nahkoda baru Polda Kaltim, tentunya banyak harapan masyarakat Kaltim dalam hal penegakan hukum yang harus segera direalisasikan.
Baca juga: Resmi, Aji Erlynawati Jabat Sekda Bontang Definitif
Dalam pengamatan pengurus Badko HMI Kaltimtara, kata dia, salah satu permasalahan yang sangat meresahkan masyarakat sampai hari ini dan masih menjadi PR aparat penegak hukum dan pemerintah, yaitu maraknya aktivitas ilegal mining di Bumi Etam.
“Bahkan pemberitaan soal maraknya aktifitas ilegal mining tersebut sudah bukan lagi menjadi suatu hal yang asing di media cetak ataupun media online,” tutur Muis dalam keterangan tertulisnya yang diterima media ini, Selasa (26/11) siang.
Ia menceritakan, pada tahun 2016 lalu Pemprov Kaltim dan Polda Kaltim telah membentuk satgas tambang ilegal sebagai upaya untuk menindak para pelaku penambang ilegal, namun satgas tersebut cenderung jalan di tempat dan bahkan mandul dalam pemberantasan tambang ilegal di Kalimantan Timur.
Kemudian tahun 2018, lanjutnya, Pemkot Samarinda bersama pihak terkait juga melakukan hal yang sama dengan membentuk satgas tambang ilegal. Namun satgas tersebut juga nihil prestasi, bahkan belum genap setahun satgas tersebut bubar.
“Dari itu kami dari pengurus Badko HMI Kaltimtara, berharap kepada Kapolda Kaltim yang baru dapat merumuskan suatu formulasi baru dalam meminimalisir dan menindak ilegal mining di Bumi Etam Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Menurutnya, kalaupun langkah yang diambil kembali membentuk satgas, pihaknya berharap organisasi mahasiswa dan masyarakat dapat dilibatkan secara langsung dalam satgas tersebut.
Baca juga: Masyarakat Bontang Kuala Antusias Ikuti Karaoke Road Show Pupuk Kaltim
“Sehingga mahasiswa ataupun masyarakat bisa terlibat secara langsung baik dalam mengungkap kasus tambang ilegal, maupun dalam hal memastikan kinerja satgas tambang ilegal bekerja sebagaimana mestinya,” imbuhnya.
Ia berujar, keterlibatan mahasiswa ataupun masyarakat dalam memerangi ilegal mining, menjadi sangat penting sebagai upaya untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum, yang selama ini cenderung lamban dalam menindak aktifitas ilegal mining.
“Dari itu muncul anggapan dari masyarakat adanya kongkalikong aparat penegak hukum dan pemerintah, untuk melanggengkan aktifitas ilegal mining di Bumi Etam,” tutupnya.

