EKSPOSKALTIM.com, Bone - Rencana pembangunan gedung tower berlantai 10 oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bone, mendapat penolakan dari sejumlah masyarakat yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Bone.
Kamis, 2 Januari 2020, Aliansi Masyarakat Peduli Bone ini menggelar aksi unsuk rasa di Kantor Pemda dan DPRD Bone, menolak pembangunan tower yang dinilainya bukanlah sesuatu yang urgen.
Baca juga: PN Watampone Tangani 811 Kasus Sepanjang 2019
Di kantor Pemda Bone, demonstran ditemui oleh Asisten 3 Pemkab Bone Andi Gunadil Ukra yang didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bone, Andi Fajaruddin.
Sementara di Gedung DPRD Bone, massa ditemui Ketua Komisi 1 DPRD Bone Saifullah Latif, Wakil Ketua DPRD Bone Indra Jaya, serta anggota DPRD Bone lainnya antara lain Adriani Alimuddin Page, Andi Wahyu Herman, dan Suharni.
Jenderal Lapangan Aksi, Andi Ardiman, mengatakan Pemerintah Bone seharusnya berfokus pada apa yang ada di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dibanding membangun tower .
"Di mana pada RPJMD itu menyasar pada 5 hal, dimulai dari kemiskinan, pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan, air hingga lingkungan, menjadi hal yang lebih urgen untuk diurai oleh pemerintah daerah, ketimbang mengadakan tower yang notabene tidak memberikan outcome terhadap masyarakat," tegas Ardiman.
Sementara itu, Asisten 3 Pemkab Bone Andi Gunadil Ukra mengemukakan, rencana pembangunan tower sudah ada sejak 4 tahun lalu. Namun karena kondisi keuangan daerah saat itu tidak memungkinkan, sehingga keinginan tersebut tertunda.
"Melihat kondisi keuangan (saat ini) masih bisa kita berdayakan itu membangun tower, sehingga kita buat itu di dalam perencanaan 2020," tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Komisi 1 DPRD Bone Saifullah Latif mengaku bahwa rencana pembangunan gedung tower berlantai 10 itu telah dianggarkan di APBD (2020), yang diusulkan oleh Pemda dan disetujui secara kolektif kolegial oleh Anggota DPRD.
Baca juga: Siap-siap, IKMB Unhas Bakal Gelar Turnamen Bola se-Kabupaten Bone
Menanggapi adanya aksi penolakan pembangunan tower ini, kata Saifullah pihaknya akan menyampaikan aspirasi tersebut ke unsur pimpinan DPRD Bone.
"Dan pimpinan akan mendisposisi ke komisi terkait untuk melakukan rapat dengar pendapat," tandasnya.
Saifullah juga menyebutkan bahwa pembangunan gedung tower ini merupakan proyek multi years, dan diperkirakan akan menelan anggaran kurang lebih Rp 100 milyar.

