EKSPOSKALTIM.COM, Bontang- Tingginya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Bontang, memacu pemerintah untuk selalu menginisiasi upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalisir serta mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Bontang, menggelar Rapat Koordinasi dengan Tim Pelayanan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) serta unsur 3pang Laut (Pencegahan Penanganan Perempuan dan Anak Yang Mengalami Trauma Tindak Kekerasan) Se Kota Bontang di Ruang Pertemuan Balai KB Kelurahan Bontang Baru, Selasa, 25 Februari 2020.
Baca Juga: Soroti Laka Maut Truk Trailer, Dewan Bontang: Ada Kelalaian Dishub
Kegiatan ini diawali laporan Sekretaris Dinas PPKB Bontang, Srie Maryatini. Ia mengatakan, tujuan diadakannya Rapat Koordinasi tersebut dalam rangka merekatkan ikatan dalam bentuk silaturahmi dan penguatan upaya perlindungan terhadap korban kekerasan Perempuan dan Anak.
“Pertama, untuk menjalin ikatan silaturahmi sesama tim pelayanan tim PPPA, 3pang Laut dan seluruh unsur kesehatan yang ada di Kota Bontang. Kedua, meningkatkan kinerja dan penguatan jaringan terkait layanan perlindungan terhadap korban kekerasan perempuan dan anak,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, hal ini juga merupakan salah satu upaya meminimalisir dan mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Ini salah satu bentuk usaha kita untuk meminimalisir dan mencegah kejadian serupa terjadi kembali, kata Srie Maryatini.
Sementara Wali Kota Bontang yang diwakili oleh Sekda Bontang, Aji Erlinawati dalam sambutannya mengatakan, saat ini Bontang telah memiliki payung hukum yang tetap mengenai penanganan kekerasan perempuan dan anak, yaitu Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 9 Tahun 2012 Tentang perlindungan Perempuan dan Anak Korban Tindak Kekerasan. Dengan adanya payung hukum ini, fenomena kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cukup sering terjadi, dapat diminimalisir.
“Tindak kekerasan yang dimaksud adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau terluka secara fisik, seksual, maupun psikologis,” jelasnya.
Baca Juga: VIDEO: Gowes Malam Semarakkan HUT ke 12 DPK Bontang
Diharapkan, dengan adanya rapat koordinasi yang digagas oleh Dinas PPKB, semua unsur masyarakat bisa saling bahu membahu untuk mencegah dan menanggulangi tindak kekerasan, utamanya yang terjadi kepada perempuan dan anak.
“Dengan adanya rapat koordinasi ini saya berharap nantinya sebagai aparat, petugas kesehatan dan masyarakat dapat membantu upaya perlindungan perempuan. Terutama istri dan anak. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat, khususnya dalam hal upaya penanganan korban kekerasan.” Harapnya. (Adv)


