EKSPOSKALTIM, Bontang - Angka pengangguran di Kota Bontang selama 2 tahun belakangan ini turun hingga 4 persen lebih, di mana tahun 2019 mencapai 9 persen, dibandingkan tahun 2017 yang menyentuh angka 12,44 persen.
Hal itu disampaikan kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bontang, Ahmad Aznem.
"Tahun 2017 kemarin data BPS ( pengangguran ) 12,44 persen sekarang di penghujung 2019 turun sekitar 4 persenan, sekarang sekitar 9 koma berapa gitu, dari jumlah total penduduk Bontang," ungkapnya.
Angka pengangguran yang dicacah BPS Bontang tersebut, berdasarkan data penduduk yang telah mengurus kartu kerja di Disnaker.
Nah, sebenarnya banyak warga Bontang yang telah bekerja namun tak terdata.
Mereka adalah penduduk yang tak mengurus kartu kuning (kerja).
Biasanya kelompok penduduk tersebut bekerja musiman, sebagian besar bekerja di sub kontraktor sebagai pekerja non skill.
Selain itu ada yang menjadi penjaga toko hingga pramusaji rumah makan yang sebagian besar tak terdata di pemerintah.
Ditanya upaya menekan terus angka pengangguran di Bontang, Ahmad menyebut pihaknya telah membuka program pelatihan untuk fresh graduation (lulusan baru).
"Sudah dan sedang dan terus kita lakukan, Walikota katakan kita boleh lelah, tapi tak boleh berhenti melatih.
Kita berikan pelatihan meningkatkan kapasitas dalam berbagi bidang pekerjaan," ungkapnya. (adv)

