EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Fenomena banjir rob menjadi momok bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Pasalnya, tingginya pasang air laut ke dataran mengakibatkan kerugian materi. Tak heran, fenomena itu harus diwaspadai bersama.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Ahmad Yani, mengingatkan kepada seluruh warga untuk waspada terhadap fenomena itu. Apalagi kata dia, diprediksi akan terjadi di tiga hari kedepan, mengingat kejadian seperti ini sering terjadi di penghujung tahun.
Baca juga : Pelaku Pemukulan Security Pasar Tamrin Bontang Menyerahkan Diri
“Kami minta kepada camat atau lurah yang bertugas di daerah yang sering terjadi rob untuk mengingatkan ke warganya,” katanya saat dihubungi, Selasa (15/12/2020).
Adapun daerah yang harus waspada, kata dia, yakni Tanjung Laut Indah, Bontang Kuala, Loktuan, Tanjung Limau, dan Berbas Pantai. Apalagi ketinggian air diprediksikan mencapai 2.4 meter.
“Biasanya bertahan sekitar 3 jam, Mas,”s ebutnya.
Untuk menyikapi fenomena itu, Ahmad Yani pun gencar melakukan patroli. Bahkan rutin mengingatkan ke warga terkait kejadian itu.
“Kami sudah tempatkan Anggota di daerah yang langganan banjir. Itu berdasarkan domisilinya,” terangnya.
Baca juga : Legowo Kalah, Neni-Joni Beri Ucapan Selamat ke Basri-Najirah
Terpisah, salah satu warga kelurahan Tanjung Laut Indah, Suryani, mengaku sejak kemarin malam (14/12/2020), genagan air sudah masuk di halaman rumahnya. Sehingga mulai sore tadi, dirinya sudah melakukan persiapan. Misalnya memindahkan barang.
“Kaget aja semalam, Mas. Tiba tiba masuk air laut. Makanya mulai sore ini sudah waspada memang,” kata perempuan yang ramah itu.

