EKSPOSKALTIM, Bontang - Dalam Investigasi Mendadak (Sidak) yang digelar pada hari Senin (11/7/2016) kemarin, Pemkot Bontang membagi 5 tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap intensitas kehadiran pegawai di seluruh instansi dihari pertama kerja usai libur lebaran.
Tim dua yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bontang HM Syirajuddin, melaksanakan sidak di Kantor Walikota Bontang dan sejumlah kantor Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD). Seluruh bidang dibagian pemerintahan ditelusuri satu persatu, dan sekaligus melakukan halal bihalal dengan seluruh pegawai.
“Tujuan dari sidak ini, kita mau liat tingkat kedisiplinan para pegawai sampai dimana. Apalagi momentum seperti pasca libur lebaran ini, kemungkinan besar terjadi pelanggaran seperti menambah masa liburnya,” Kata Syirajuddin, saat sidak di Kantor Walikota Bontang, Senin (11/7/2016) kemarin.
Dari data yang dihimpun, hasil sidak mendapati sejumlah pegawai yang cuti, sakit dan terlambat. Seperti halnya pada Bidang Ekonomi dan Sosial, tercatat 2 PNS mengambil cuti. Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bontang tercatat 5 orang PNS yang mengambil cuti.
Baca Juga : Pererat Silaturahmi, Dishubkominfo Gelar Makan Bersama Usai Libur Lebaran
Sedangkan di Dinas Pekerjaan Umum (PU) ada 3 PNS yang mengambil cuti setelah lebaran. Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Bontang mencatat 1 PNS cuti, dan 2 PNS juga cuti di Kantor Pemberdayaan Masyarakat (KPM) Bontang.
Menanggapi sidak yang diwarnai dengan banyaknya pegawai yang masih berada diluar kota, lantaran cuti dan juga ada yang izin serta datang terlambat, Syirajuddin menilai fenomena tersebut bukanlah sebuah pelanggaran.
“Kalau dinilai ini bukan pelanggaran. Kenapa, karena para PNS tersebut telah mengajukan cuti sebelum Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN RB) diterima Pemkot,” jelasnya.
Menurutnya, pegawai yang masih cuti bukanlah suatu pelanggaran. Lagi pula, kata dia, mereka (pegawai cuti) sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk persiapan mudik lebaran.
“Mungkin mereka sudah mempersiapkan tiket pergi dan pulangnya. Jika harus dibatalkan karena surat edaran yang baru belakangan diterima, kan kasian,” paparnya.

