PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Monitoring di Bontang, BPOM Temukan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

Home Berita Monitoring Di Bontang, Bp ...

Monitoring di Bontang, BPOM Temukan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya
Tim BPOM Samarinda bersama Wawalikota Bontang memeriksa kandungan makanan yang dijajakan menjelang berbuka puasa. (EKSPOSKaltim/Asep)

EKPOSKALTIM.COM, Bontang - Balai besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Samarinda bersama Pemerintah Kota Bontang, mengecek kandungan takjil di Pasar Gunung Telihan, Botang Barat, Rabu (20/04/2022).

"Hari ini kami lakukan monitoring makanan (takjil) dalam rangka hari besar keagamaan," kata Kepala Bidang Pemeriksaan BPOM Samarinda, Abdul Haris Rauf.

Rauf mengungkapkan bahwa BPOM ingin memastikan, makanan yang dijual kemasyarakat aman dan memenuhi syarat yang ditetapkan.

Diterangkan Rauf, selain melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan di Pasar Gunung Telihan, pihaknya juga melakukan uji sampel terhadap makanan di beberapa titik lain di Kota Bontang, termasuk dari Pasar Taman Rawa Indah.

Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap 17 sampel makanan, BPOM menemukan makanan yang mengandung pewarna tekstil.

Kandungan bahan berbahaya tersebut ditemukan pada makanan jenis kerupuk. Sedangkan untuk makanan takjil lainnya, disebut Rauf masih tergolong aman.

Kendati begitu, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap takjil tersebut di pusat laboratorium BPOM di Samarinda. Hal ini dilakukan guna memastikan makanan tersebut tidak mengandung bahan berbahaya.

"Ada empat parameter yang biasa kita gunakan, yaitu memeriksa kandungan borax, formalin, rhodamin b, serta metamizole. Hari ini kita targetkan 30 sampai 40 sampel makanan, mudah-mudahan selesai," bebernya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bontang, Najirah menyebut, kerupuk yang ditemukan menggunakan pewarna textile, saat ini belum diketahui produksi mana.

Kedepan melalui dinas terkait, lanjut dia, pemerintah akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Disinggung soal sanksi, Najirah menyatakan saat ini belum ada sanksi khusus. Pemerintah lebih mengedepankan pendekatan dan pembinaan.

"Saya apresiasi BPOM yang telah melakukan pemeriksaan makanan (takjil) di Kota Bontang. Mudah-mudahan UMKM di kita ini menggunakan bahan yang tidak membahayakan," ujarnya.


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :