EKSPOSKALTIM, Bontang - La Nina merupakan suatu kondisi terjadinya penurunan suhu muka laut di kawasan Timur Equator di Lautan Pasifik. La Nina tidak dapat dilihat secara fisik, periodenya pun tidak tetap. Fenomena La Nina menyebabkan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia bertambah, bahkan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya banjir. Peningkatan curah hujan ini sangat tergantung dari intensitas La Nina tersebut. Namun karena posisi geografis Indonesia yang dikenal sebagai benua maritim, maka tidak seluruh wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Nina. Berdasarkan iformasi dari BMKG, proyeksi terjadinya La Nina di Indonesia adalah pada periode Juli hingga September 2016.
Masuknya Fenomena La Nina pada periode Juni hingga September, memberikan keuntungan bagi petani Indonesia dikarenakan periode tersebut merupakan periode kemarau.
Dengan meningkatnya intensitas curah hujan di bulan kemarau, dapat membantu meningkatkan pasokan air di musim kering bagi petani sehingga petani tidak kesulitan memperoleh air di musim kemarau. Sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian, strategi yang diterapkan oleh Kementerian Pertanian adalah dengan memajukan periode tanam petani bersamaan dengan periode La Nina. Dengan majunya periode tanam petani, hal ini jelas berdampak pada kebutuhan pupuk di seluruh wilayah Indonesia.
Direktur Utama Pupuk Kaltim Bakir Pasaman mengatakan hingga akhir Juni 2016, Pupuk Kaltim telah melakukan building stok ke seluruh wilayah distribusi pupuk. Jika dibandingkan dengan ketentuan stok pupuk (Permendag), Pupuk Kaltim memiliki stok pupuk Urea pink yang lebih, sebanyak 176.933 ton atau 498,36% yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
“Upaya building stok adalah dalam rangka mengantisipasi tingginya permintaan pupuk akibat majunya periode tanam petani di bulan Juli hingga September 2016,” kata Bakir.
Menyikapi majunya periode tanam petani tersebut, Pupuk Kaltim telah menerapkan beberapa strategi, di antaranya mengamankan stok pupuk di Lini III dan IV di seluruh wilayah Indonesia sebelum La Nina, menambah jumlah staf Account Executive (AE) di setiap wilayah Indonesia dan mengembangkan sistem informasi pendistribusian pupuk sehingga proses monitoring distribusi pupuk lebih baik.
AE adalah staf ahli penjualan Pupuk Kaltim yang ditugaskan untuk mengawasi dan mendampingi petani dalam proses penyaluran Pupuk Subsidi ke suatu wilayah.
Pada Maret 2016, Pupuk Kaltim telah menambah jumlah personil AE dan staf AE sejumlah
37 orang di seluruh wilayah distribusi Pupuk Kaltim. Dengan adanya penambahan jumlah personil di lapangan, maka proses monitoring penyaluran pupuk di seluruh wilayah distribusi
Pupuk Kaltim menjadi lebih baik.
Selain menambah personil di lapangan, Pupuk Kaltim juga mengembangkan sistem informasi pemasaran yang berbasis IT. Pada 2016, selain dilakukan upaya pengembangan sistem berbasis ERP-SAP. Pupuk Kaltim juga mengembangkan sistem DPCS (Distribution Planning Control System), yaitu sistem yang mampu memonitor kondisi pendistribusian produk
Pupuk Kaltim mulai dari pergerakan kapal, truk, hingga kondisi stok di semua lini wilayah penyaluran perusahaan. Dengan adanya sistem SAP dan DPCS, Pupuk Kaltim mampu menyajikan data real-time kondisi pupuk di wilayah serta melakukan evaluasi rencana pendistribusian pupuk yang up-to-date. (ADV)
Insert :
Layanan pelanggan Pupuk Kaltim :
Departemen Pelayanan dan Komunikasi dan Produk
Toll Free : 0800-100-6789
SMS Centre : 0811-580-6060
Faksimili : (0548) 41616 / 41626 Ext. 5882
Email : pemasaran@pupukkaltim.com
Sumber : Department of Public Relations, Division of Publication and Documentation PT Pupuk Kaltim.

