EKSPOSKALTIM, Bontang - Kepala Kantor PT Telkom Indonesia Cabang Bontang, Heru Utomo, angkat bicara soal pernyataan Ketua Komisi III Bontang Rustam yang mengatakan banyak tower di Kota Bontang yang tak mengantongi izin.
Heru mengungkapkan, Telkom Bontang memiliki dua tower, dan keduanya sudah memiliki ijin sebelum Bontang menjadi Kota seperti saat ini. Sehingga, kata dia, tower milik Telkom ini sudah legal.
"Satu ada di Loktuan dan satunya lagi tepat berada disamping kantor Telkom sendiri. Tapi sekarang yang di Loktuan itu sudah tidak berfungsi karena sudah menggunakan Jaringan kabel. Nah dari dua Tower milik kami ini sudah miliki ijin, namun ijin masuk diarea Kutai Kartanegara (Kukar). Karena waktu itu Kota Bontang masih sepi, dan belum menjadi kota," kata Heru, saat ditemui dikantornya, Jalan MT. Haryono, Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Rabu (20/7/2016).
Diberitakan sebelumnya, penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan dan Pengendalian Menara Telekomunikasi, sudah di rapatkan Komisi III DPRD dan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beberapa waktu lalu. Tercatat, sekitar 60 tower yang belum miliki ijin.
Menanggapi hal tersebut, Heru sangat mendukung dengan adanya Perda tersebut. Karena kata dia, ada beberapa perusahaan yang merupakan penyedia properti, membangun tower dan selanjutnya disewakan kepada operator-operator jaringan.
"Sementara ini kan masih pembahasan Perda, mungkin nantinya Perda ini disasarkan terhadap perusahaan yang membangun tower ini. Memang ada tiga perusahaan itu hanya membangun tower kosongan. Kalau tidak salah nama perusahaannya Tower Bersama Group dan Mitratel, yang satunya saya lupa mas, yang jelas ada tiga," tukasnya.
Dia menambahkan, tower wajib memiliki perijinan khusus, dan harus ditangani perusahaan yang memang siap menangani hal ini. Sehingga, tower yang ada betul-betul sesuai standar dalam pembangunannya, dan bisa difungsikan sebagai mana mestinya.
"Semua properti memang harus punya ijin, termasuk tower. Memiliki konsekuensi dan spesifikasi khusus tergantung bangunannya. Karena tower ini bangunannya kan tinggi, harus menyiapkan segala sesuatunya yang dibutuhkan, salah satunya yang penting itu penangkal petirnya," pungkasnya.

