EKSPOSKALTIM, Bontang - Kata anggar berasal dari bahas Perancis “en Grade “ yang berarti bersiap. Seni beladiri ini menekankan pada kemampuan dan kelincahan tanga untuk memotong, menusuk, ataupun menangkis serangan lawan. Olahraga ini digemari semua kalangan baik pria maupun wanita, dan bahkan anggar adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada olimpiade.
Adalah Gebhy Novitha, seorang wanita yang sekarang menjadi atlit olahraga anggar. Dia termasuk atlit dengan segudang prestasi, dan tercatat sebagai salah satu atlet yang mewakili indonesia dalam beberapa kejuaraan dunia.
Diakui Gebhy, kecintaannya pada olahraga anggar ini sudah ada sejak berada dikelas 4 Sekolah Dasar (SD), dan hingga kini olahraga asal Eropa ini ditekuninya.
“Mulai saya kecil, tepatnya pada saat itu saya berusia 9 tahun, saya sudah mulai menyukai olahraga ini. Walaupun olahraga ini cukup berbahaya dengan menggunakan senjata tajam, tapi menurut saya itu adalah sebuah tantangan,” jelas Gebhy kepada Eksposkaltim, saat dihubungi melalui via telepon, Jum’at (22/7/2016).
Dalam kiprahnya sebagai atliet anggar, gadis pemberani kelahiran Samarinda 7 November 2001 silam ini pun mampu mengukir segudang prestari yang membanggakan.
“Pada tahun 2015 lalu, saya pernah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antar pelajar di Kota Palembang, dan mendapat perunggu tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan juga Kerjurnas di Kota Bandung dengan membawa piala juara 1,” paparnya.
Tak cukup sampai disitu, pada tahun 2016 ini, dirinya juga menjadi peserta pada kejuaraan Sport School Games Thailand, dan memboyong 3 emas. Kemudian, pada kejuaraan World Fencing Championship Cader Junior di Prancis, dia hanya mendapatkan rangking 59 mewakili Indonesia dari berbagai Negara yang turut serta.
“Diajang itulah saya dapat memperlihatkan kemampuan, dan dapat membanggakan kedua orang tua, terutama bisa membawa nama Indonesia, dan yang pasti menambah pengalaman,” tutupnya.

