PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

SEKELUMIT TEHNIK PEMBUATAN ALAT PENJERNIH AIR DENGAN BARANG BEKAS

Home Berita Sekelumit Tehnik Pembuata ...

SEKELUMIT TEHNIK PEMBUATAN ALAT PENJERNIH AIR DENGAN BARANG BEKAS
Warga menunjukkan air sebelum disaring (kanan) serta air hasil penyaringan dari alat yang dirilis Puskesmas Bonsel II (kiri). (Eksposkaltim/Ismail)

EKSPOSKALTIM, Bontang – Pihak Puskesmas Bontang Selatan II menjabarkan tehnik pembuatan alat penyaringan air yang menjadi terobosannya, dimana bahan-bahan dalam pembuatan penyaringan air ini menggunakan barang-barang bekas yang banyak ditemui disekitar kita. 

“Bahan yang digunakan seperti gallon bekas, kaleng bekas, krikil, batok kelapa, pipa bekas, pasir palu dan sapu ijuk.” Kata Tiwik Suci Pertiwi, Kesehatan Lingkungan (KESELING) Puskesmas Bontang Selatan II, saat di temui di ruang kerjanya, Jum’at pagi  (22/7/16). 

Sebagai Kesehatan Lingkungan di Puskesmas Bontang Selatan II, Tiwik sangat bersemangat dengan program yang diusulkannya ini. Terlebih, dirinya juga sudah mendapat persetujuan dan tanggapan positif dari warga khususnya warga RT 31 Berebas Tengah, Kecamatan Bontang Selatan. 

“Pada program awal kami, kami menunjuk RT 31 Kelurahan Berebas tengah, sebagai RT percontohan kelompok penjernih air saringan. Dari RT ini lah, nantinya kami akan melanjutkan ke RT  lainnya untuk melaksanakan hal yang serupa, agar semua warga dapat menikmati air bersih tanpa harus mengantri lagi,” kata Tiwik. 

Dijelaskan Tiwik, barang – barang bekas seperti batok kelapa nantinya akan di bakar sampai jadi arang setelah itu akan di kombinasikan dengan pasir palu, krikil, dan sapu ijuk. 

“Nantinya batok kelapa akan di bakar sampai menjadi arang, setelah menjadi arang baru di tumbuk, tapi jangan sampai hancur. Setelah itu baru bisa di kombinasikan dengan bahan – bahan lainnya seperti kerikil dan sapu ijuk,” lanjutnya. 

Cara untuk membuat penjernih air saringan terlebih dahulu menata untuk tempat galon dan ember sebagai tempat penyaringan. 

“Jadi kami menyiapkan dua tempat, seperti galon yang tidak di pakai serta ember dan timba yang juga tidak di pakai. Kemudian kami buat dua tahap denga tujuan agar terjadinya airaksi, jadi air yang berkontimasi dengan udara itu dapat mengurangi PH dalam air dan juga bau,” urainya.  

Di bagian pertama terdapat ijuk, pasir, dan koral. Jadi pasir dan koral ini bertujuan untuk mengangkat kotoran, dan pasirnya berfungsi untuk mengangkat kotoran yang halus. 

“Nah, diantara pasir ini kami berikan kain bekas untuk memudahkan pencuciannya. Jadi saringan nantinya ini harus sering dibersihkan. Dan pada tingkat kedua supaya pasir tersebut tidak langsung mengalir, saya berikan ijuk, arang batok kelapa, dan ijuk kembali. Fungsinya adalah, agar air nantinya bisa benar  benar bersih dan siap untuk digunakan.” pungkasnya.

Ditemui di ruang berbeda, Kepala Puskesmas Bontang Selatan II, dokter Fitriawaty Jusuf, mengungkapkan saat pertama kali memberikan informasi terkait saringan air barang bekas tersebut, banyak dari masyarakat yang enggan untuk mendengarkan bahkan seolah tak mau tahu tentang program ini.

“Sebenarnya sudah lama menjadi ide dari mbak Tiwik ini sebagai petugas kesehatan lingkungan seperti pemantauan air bersih. Ya, termasuk sumur gali, Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU), kejernihan sungai, itu semua sudah menjadi tugasnya dia. Tapi ini cuman ada masalah  di air bersih,  dan kebetulan memang sudah lama,” kata Fitriawaty.

Fitriawaty menambahkan, walau ide Tiwik ini sudah terbilang lama, namun baru belakangan ini mendapat respon dari masyarakat, karena memang kondisi air sumur masyarakat ini tidak bisa dipakai buat masak, dan hanya bisa untuk keperluan cuci piring dan pakaian saja.


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :