EKSPOSKALTIM, Samarinda - Jumlah perusahaan di Kalimantan Timur bertambah drastis. Selaras berlangsungnya megaproyek ibu kota Nusantara (IKN).
"Data Badan Pusat Statistik (BPS), beberapa tahun terakhir jumlah perusahaan di Balikpapan mengalami kenaikan signifikan, sehingga jumlah pekerja juga ikut meningkat," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan Balikpapan Ani Mufidah di Balikpapan, Selasa (3/9), dikutip dari Antara.
Pada 2020 masih terdapat 325 perusahaan kecil. Namun kemudian meningkat di tahun 2021 menjadi 448 perusahaan.
Tak sampai di situ, ketika pembangunan di IKN makin masif, kemudian tahun 2022 kembali naik menjadi 1.026 perusahaan.
Dan pada 2023 bertambah lagi menjadi 1.277 perusahaan, sedangkan untuk tahun ini masih dimungkinkan naik.
Sedangkan untuk jumlah tenaga kerja, pada 2020 masih tercatat sebanyak 47.338 pekerja, namun pada 2021 terjadi peningkatan drastis hingga menjadi 77.953 pekerja, meningkat lagi di tahun 2022 menjadi 103.969 orang, dan pada 2023 terjadi lonjakan cukup besar hingga mencapai 223.925 pekerja.
“Peningkatan jumlah tenaga kerja lokal ini tentu merupakan imbas dari adanya IKN, karena banyaknya perusahaan di Balikpapan yang tumbuh untuk melayani kebutuhan barang dan jasa di IKN," katanya.
Keberadaan IKN di tengah Kalimantan Timur juga berdampak pada tingkat hunian dan penggunaan aula pada hotel di Balikpapan yang terus meningkat. Maksudnya, banyak hotel yang melakukan perekrutan untuk tenaga kerja.
Banyak hotel di Balikpapan membuka perekrutan tenaga kerja melalui Job Market Fair (JMF) untuk memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan spesifikasi masing-masing hotel.
“Pihak yang paling sering mengikuti JMF akhir-akhir ini atau sejak adanya IKN adalah perhotelan. Harus diakui, dampak adanya IKN ini yang paling signifikan adalah perhotelan, karena selain untuk menginap, banyak juga seremoni yang digelar di Balikpapan," kata Ani.

