PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Mengenal Kapolsek Batu Engau: AKP Hadi, Buser yang Garang di Ladang

Home Berita Mengenal Kapolsek Batu En ...

Mengenal Kapolsek Batu Engau: AKP Hadi, Buser yang Garang di Ladang
Kapolsek Batu Engau AKP Hadi Purwanto saat ikut bersama melakukan panen singkong. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Paser - Sebagai polisi, AKP Hadi Purwanto punya rekam jejak yang garang. Ia bukan sekadar penegak hukum biasa- kariernya ditempa di dunia reserse yang keras.

Berawal dari instruktur bela diri di Sekolah Polisi Negara (SPN), ia lalu menghabiskan tahun-tahun berikutnya sebagai perwira tim buru sergap (buser).

“Dulu saya biasa kejar-kejaran sama penjahat. Sekarang sesuai arahan pimpinan kita bantu masyarakat kejar-kejaran sama cuaca biar panen nggak gagal,” ujar Kapolsek Batu Engau ini dikontak Senin (24/3).

Pada 2016, Hadi menjabat sebagai Kepala Reskrim Polsek Balikpapan Utara, lalu pindah ke posisi yang sama di Polsek Balikpapan Selatan. Ia terlibat menangani sejumlah kasus, dari kejahatan konvensional, digital, narkoba hingga pembunuhan.

Terakhir, sebelum menjadi Kapolsek Batu Engau, ia memimpin penyidikan di Satresnarkoba Polresta Balikpapan.

Dengan rekam jejak seperti itu, siapa sangka kini ia justru aktif membina petani? Bagi Hadi, bertani bukan berarti kehilangan ketegasannya—justru ini adalah pertempuran lain yang tak kalah penting.

“Ketahanan pangan itu bagian dari keamanan juga. Kalau masyarakat sejahtera, potensi kriminal bisa berkurang,” kata Hadi.

Di bawah kepemimpinan AKBP Novy Adhiwibowo, Polres Paser bukan cuma menjaga keamanan, tapi juga ikut menanam harapan, seperti yang dilakukan oleh Hadi. Aipda Bahrunsyah, misalnya, tak hanya berpatroli, tapi juga membina petani dalam budidaya singkong.

“Singkong ini bukan sekadar tanaman biasa. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi sumber ekonomi, dari tepung sampai keripik,” jelasnya.

Sementara itu, Aipda Sangaji menggagas penanaman semangka yang kini melimpah di wilayah tersebut. “Dulu ragu bisa tanam semangka. Sekarang? Lihat sendiri hasilnya,” katanya bangga.

Bagi AKP Hadi, ini bukan sekadar proyek sampingan, melainkan bagian dari visi besar mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Kita ini polisi, tapi bukan berarti cuma bisa menindak. Kita harus bisa mengayomi, membantu, dan jadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Dari buser ke pertanian, dari pengejar kriminal ke pembina petani—Hadi membuktikan bahwa garang tak selalu harus berwujud senjata. Terkadang, ketegasan juga bisa terlihat dari tangan yang rela kotor oleh tanah, demi masa depan yang lebih hijau.

Pada Februari 2025, petani binaan Polri dan TNI di Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, berhasil melakukan panen raya jagung. Dari lahan seluas dua hektare milik Kelompok Tani 'Buen Were', mereka berhasil memanen sekitar lima ton jagung per hektare.

Keberhasilan panen ini tidak lepas dari dukungan aktif Polri dan TNI yang terlibat langsung dalam pembinaan petani. Kepala Desa Kerang, Mahmud, menekankan bahwa peran serta aparat keamanan meningkatkan semangat dan hasil kerja petani. "Polri-TNI membina. Mereka turun langsung. Dengan dipimpin mereka, kami lebih semangat," jelas Mahmud.

Selain jagung, Desa Kerang juga dikenal sebagai penghasil komoditas lain seperti semangka, bawang, terong, cabai, dan kol. Namun, jagung tetap menjadi komoditas utama yang menopang pendapatan warga. Hasil pertanian dari desa ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga didistribusikan ke Balikpapan, Banjar, hingga Jawa.

AKP Hadi Purwanto menekankan bahwa langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung swasembada pangan yang digaungkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia percaya bahwa swasembada pangan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah kecil namun signifikan, dan inisiatif ini juga memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

“Ketahanan pangan itu bukan cuma urusan petani, tapi tanggung jawab kita semua. Kalau kita bisa bantu, kenapa tidak?” ujar AKP Hadi mengutip instruksi yang kerap digaungkan Kapolres Paser AKPB Novy Adhiwibowo.

Dengan semangatnya yang garang tapi membangun, AKP Hadi Purwanto dan jajarannya membuktikan bahwa polisi bukan hanya soal seragam dan patroli—mereka juga bisa jadi petani, pembina, dan inspirasi bagi masyarakat.

"Namanya juga abdi masyarakat, harus dituntut bisa ditugaskan di mana saja, tutup AKP Hadi.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :