PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sinergi 5P Pupuk Kaltim: Perkuat Agrosolution, Satukan Komitmen Mitra di Daerah

Home Berita Sinergi 5p Pupuk Kaltim: ...

Sinergi 5P Pupuk Kaltim: Perkuat Agrosolution, Satukan Komitmen Mitra di Daerah
Perwakilan Pupuk Kaltim bersama para Mitra Integrator saat mengikuti Exclusive Mitra Integrator Meeting (EMIT) 2025. Kegiatan ini memperkuat sinergi program Agrosolution berbasis prinsip 5P: People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership.

Bontang, EKSPOSKALTIM - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperluas jangkauan program Agrosolution sebagai bagian dari komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas pertanian. Melalui pendekatan sistem pertanian terpadu, perusahaan mendorong terciptanya pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kegiatan Exclusive Mitra Integrator Meeting (EMIT) di berbagai wilayah. Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara Pupuk Kaltim dengan Mitra Integrator, yang berperan penting dalam menyukseskan program Agrosolution dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Keberadaan Mitra Integrator adalah kunci dalam membangun ekosistem pertanian modern. Mereka menjadi jembatan penting bagi kami dalam menanamkan pola pikir bertani yang mandiri, sekaligus mendorong petani agar tidak lagi bergantung pada subsidi," kata VP Pengelolaan Pelanggan Pupuk Kaltim, Yusva Sulistyo, Jumat (2/5).

Melalui Agrosolution, Pupuk Kaltim tak hanya memperkenalkan produk pupuk non-subsidi kepada petani, tetapi juga memberikan pendampingan yang berkelanjutan. Pendekatan ini dilandasi prinsip 5P: People, Planet, Prosperity, Peace, Partnership, dan ditunjang berbagai kemudahan seperti akses permodalan, benih, pupuk, asuransi gagal panen, hingga off taker dengan harga di atas rata-rata pasar.

Yusva menambahkan penguatan sinergi lintas sektor menjadi faktor kunci dalam memaksimalkan dampak program. "EMIT adalah sarana strategis untuk mempererat kerja sama dan menyelaraskan langkah semua pihak," ujarnya.

EMIT kali ini digelar secara bertahap di berbagai wilayah distribusi Pupuk Kaltim, mulai dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat hingga Jawa Timur. Kegiatan berlangsung sepanjang pekan kedua hingga ketiga April 2025. Dalam setiap sesi, tak kurang dari 20 Mitra Integrator hadir untuk memperkuat komitmen bersama dan menyusun strategi pelaksanaan program di lapangan.

Berbagai isu strategis turut dibahas dalam forum ini, mulai dari tantangan operasional di lapangan, capaian program, hingga strategi percepatan target lahan produktif. Para mitra juga berbagi praktik terbaik dalam memperluas penggunaan pupuk non-subsidi dan memperkuat kapasitas petani.

"EMIT bukan sekadar forum temu, tapi ruang untuk menyatukan visi. Kami ingin semua mitra paham arah besar Agrosolution dan bisa bergerak serempak untuk memperkuat ketahanan pangan," ucap Yusva.

Isu lain yang menjadi fokus adalah penguatan inovasi digital di sektor pertanian. Mulai dari penggunaan aplikasi untuk pendataan lahan, pemantauan pertumbuhan tanaman, hingga manajemen rantai pasok. Menurut Yusva, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Ia berharap Mitra Integrator semakin siap menghadapi tantangan pertanian modern, termasuk dalam pengembangan klaster pertanian, peningkatan produksi tanaman strategis seperti padi dan jagung, serta integrasi hortikultura dengan potensi agroindustri lokal.

“Wilayah-wilayah yang menjadi titik sebar Agrosolution kami harapkan bisa tumbuh menjadi pusat produksi pangan unggulan. Bahkan bisa jadi model pengembangan pertanian kolaboratif yang modern,” kata Yusva.

Pupuk Kaltim juga menekankan pentingnya kesinambungan program. Setiap lahan binaan diharapkan terus tumbuh produktivitasnya dari tahun ke tahun. Agrosolution, kata Yusva, bukan sekadar proyek jangka pendek, tapi sebuah gerakan berkelanjutan yang membawa dampak nyata.

“Para Mitra Integrator kami harapkan bisa jadi agen perubahan. Mereka membawa semangat inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan ke setiap petani yang mereka dampingi,” ujarnya.

Yusva menegaskan, Agrosolution bukan semata program bisnis, melainkan bentuk kontribusi nyata Pupuk Kaltim dalam memperkuat fondasi ketahanan pangan Indonesia.

“Kami ingin setiap mitra bukan hanya jadi rekan usaha, tapi juga duta perubahan di sektor pertanian. Kalau kita jalankan ini bersama-sama, saya yakin kita bisa percepat transformasi pertanian Indonesia ke arah yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :