Penajam, EKSPOSKALTIM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memantapkan program alokasi anggaran Rp100 juta untuk setiap rukun tetangga (RT). Program ini ditujukan mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kabupaten.
“Kepala daerah ingin memastikan pembangunan merata di tiap RT,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang, Jumat (30/5).
Mekanismenya, setiap RT mengajukan program pembangunan atau pelatihan yang sesuai kebutuhan wilayahnya. Namun, semua usulan harus melewati musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kelurahan, desa, dan kecamatan agar tepat sasaran.
Program ini, seperti dikutip dari Antara, direncanakan mulai efektif pada 2026. Tahun ini digunakan untuk penyempurnaan mekanisme dan persiapan regulasi pelaksanaan.
Dana Rp100 juta per RT bukan berupa uang tunai, melainkan dialokasikan dalam bentuk program. Dan, kegiatan yang langsung mendukung kebutuhan masing-masing RT.
Pemerintah kabupaten kini tengah menyusun regulasi dalam bentuk peraturan bupati (perbub) sebagai pedoman teknis penggunaan anggaran tersebut. Termasuk untuk biaya operasional RT.
Dengan regulasi yang jelas, program ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan wilayahnya secara lebih terstruktur dan efektif.
Sejak pemekaran dari Kabupaten Paser pada 2002, Penajam Paser Utara berkembang pesat dengan dukungan APBD. Kecamatan Sepaku kini menjadi pusat pembangunan IKN, memperkuat posisi PPU sebagai "Serambi Nusantara."
Bupati Mudyat Noor dan Wakil Bupati Abdul Waris Muin menetapkan visi "Unggul, Berkeadilan, Sejahtera, dan Berdaya Saing," dengan fokus efisiensi anggaran tanpa mengurangi pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan dalam 100 hari kerja pertama.
Dalam pendidikan, mereka meluncurkan Program Kartu Penajam Cerdas untuk membantu siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Di bidang kesehatan, PPU berkomitmen meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat lebih mudah mengakses fasilitas medis.
"Ayo bersinergi membangun PPU menjadi wilayah yang maju dan berdaya saing," imbau Mudyat.

