BPBD Samarinda mengeluarkan enam imbauan penting untuk mencegah kebakaran dan krisis air di tengah prediksi kemarau kering tahun ini.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Pemerintah Kota Samarinda mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dan berlangsung lebih kering pada 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, mengatakan seluruh warga diminta menerapkan enam langkah siaga guna mencegah potensi kebakaran lahan dan krisis air bersih.
“Kami meminta warga menerapkan enam poin kewaspadaan sesuai instruksi wali kota guna mencegah kebakaran lahan dan krisis air,” ujarnya, dikutip Kamis (16/4).
Langkah pertama yang ditekankan adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah di ruang terbuka.
Selain itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman akibat arus pendek listrik yang rentan terjadi saat cuaca terik.
BPBD juga mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air bersih serta memanfaatkan cadangan air secara bijak untuk kebutuhan sehari-hari.
https://eksposkaltim.com/berita/karhutla-mengintai-ikn-strategi-pagar-betis-diterapkan-16723.html
Khusus sektor pertanian, petani diminta menyiapkan sumber air cadangan seperti embung atau sumur dalam guna mengantisipasi kekeringan.
Warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan potensi kebakaran semak atau lahan kepada ketua RT maupun langsung ke BPBD.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat suhu tinggi.
Suwarso menegaskan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
Pemerintah kota bersama instansi terkait juga telah menyiagakan armada pemadam kebakaran di sejumlah titik untuk mempercepat respons jika terjadi kebakaran.
Menurut dia, langkah mitigasi ini diharapkan dapat menekan risiko kerugian serta melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem.
“Kesadaran setiap individu memegang peranan penting dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran dan kekeringan,” kata Suwarso.

