Samarinda, EKSPOSKALTIM – Menghadapi ancaman krisis pangan akibat musim kemarau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan cadangan beras sebanyak 506 ton. Ini, sebagai bentuk antisipasi terhadap bencana kekeringan, inflasi ekstrem, maupun gejolak sosial yang berpotensi mengganggu akses pangan masyarakat.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti, mengatakan beberapa daerah di Kaltim saat ini masuk kategori rentan rawan pangan. Di antaranya Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara (PPU), dan Kutai Barat (Kubar).
"Distribusi bantuan ke wilayah tersebut masih menunggu disposisi dari Gubernur," ujarnya dikutip Rabu (6/8).
Menurut Amaylia, cadangan pangan ini disiapkan untuk kondisi mendesak. Misalnya saat terjadi bencana atau lonjakan harga pangan akibat krisis lokal. Penyalurannya dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari pemerintah kabupaten atau kota.
Saat ini, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) menjadi prioritas utama penanganan. Kekeringan panjang di wilayah itu menyebabkan gagal panen dan harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Sebagai respons, Pemprov telah menyalurkan 68,5 ton beras ke dua kecamatan terdampak paling parah, yakni Long Apari dan Long Pahangai. Setiap kepala keluarga menerima bantuan 20 kilogram beras.
Amaylia menambahkan, status rawan pangan ditentukan melalui sembilan indikator. Beberapa di antaranya meliputi ketersediaan pangan lokal seperti padi dan jagung, angka stunting, akses air bersih, layanan kesehatan, hingga pendidikan.
"Contohnya, tahun lalu Kecamatan Busang di Kutai Timur sempat masuk zona rawan karena kesulitan air bersih. Tapi setelah infrastruktur diperbaiki, statusnya membaik," jelasnya.
Sebagai bentuk transparansi, masyarakat dapat memantau kondisi ketahanan pangan daerah melalui Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) yang dirilis pemerintah secara berkala.
Pemprov Kaltim berharap, langkah ini mampu menjaga stabilitas pangan dan melindungi masyarakat dari potensi krisis yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

