Bontang, EKSPOSKALTIM - Pemerintah Kota Bontang bersama sejumlah perusahaan besar sepakat mempercepat pembentukan klub sepak bola resmi yang akan berlaga di kompetisi Liga Nusantara. Langkah ini menjadi tindak lanjut arahan Wali Kota untuk menghadirkan wadah hiburan dan kebanggaan baru bagi masyarakat lewat pengembangan olahraga.
Rapat koordinasi digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, dipimpin Wakil Wali Kota Agus Haris, didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dasuki, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sony Suwito Adicahyono. Hadir perwakilan sejumlah perusahaan seperti PT Pupuk Kaltim, PT Badak NGL, Indominco, KMI, KIE, Pama, LBB, BlackBear, serta perbankan swasta seperti BRI, BNI, Mandiri, BCA, dan BPD Kaltimtara.
Pemerintah menilai antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sangat besar. Ajang Pupuk Kaltim Cup 2025 misalnya, dihadiri lebih dari 5.000 penonton. Angka ini menjadi bukti potensi ekonomi dan sosial yang bisa tumbuh melalui olahraga, bukan hanya dari sisi prestasi semata.
Dalam rapat, pemerintah juga menekankan pentingnya pembinaan sejak usia muda. Saat ini Bontang memiliki 18 Sekolah Sepak Bola (SSB) yang rutin melatih pemain, namun belum memiliki jalur yang jelas menuju level profesional. Karena itu, pemerintah berencana menyiapkan pembinaan untuk kelompok usia 17–19 tahun serta menggelar Turnamen Sepak Bola Lokal (TDSL) yang sekaligus melibatkan pelaku UMKM.
Terkait pendanaan, pemerintah menegaskan CSR perusahaan tidak boleh digunakan untuk gaji profesional atau biaya operasional klub, melainkan diarahkan untuk pembinaan dan peningkatan sarana olahraga. Para perwakilan perusahaan menyatakan kesiapan mereka mendukung melalui skema sponsorship, fasilitas, maupun pembinaan tim.
“Kami sangat berharap adanya kolaborasi bersama perusahaan agar klub Kota Bontang dapat segera terbentuk dan ikut serta dalam Liga Nusantara. Ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga kebanggaan masyarakat,” ujar Agus Haris.
Sebagai tindak lanjut, seluruh pihak sepakat menyusun proposal resmi agar kontribusi masing-masing perusahaan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan diarahkan ke program prioritas.
Langkah bersama ini menjadi komitmen nyata Pemerintah Kota Bontang dan dunia usaha untuk memperkuat sinergi pengembangan olahraga sekaligus menjawab tantangan sosial-ekonomi. Diharapkan, kehadiran klub sepak bola resmi akan menjadi simbol persatuan dan kebanggaan baru masyarakat Bontang.

