EKSPOSKALTIM, Bontang – Menjadi seorang peternak bukanlah perkara mudah, butuh keuletan dan kegigihan dalam merawat ternak agar tidak terserang penyakit. Tiap hari harus siap dengan ketersediaan pakan ternak, maupun obat-obatan serta vitamin.
Husein, salah seorang peternak kambing di Kota Bontang yang terbilang sukses menekuni pekerjaan ini. Dengan bermodalkan hanya 5 ekor kambing , kini kambing ternakannya itu mencapai ratusan ekor.
Husein sudah melakoni profesi ini sejak tahun 2012 silam. Berawalnya dari memelihara ternak bantuan kelompok binaan Dinas Perikanan, Kelautan, dan Pertanian (DPKP) Kota Bontang. Dan Husein adalah salah satu ketua kelompok binaan DPKP tersebut.
"Kami punya kelompok, kalau tidak salah kami sebanyak 12 orang. Suksesnya suatu usaha itu kan tergantung dari individunya masing-masing. Kalau serius pasti hasilnya juga membanggakan," kata Husein di tempat peternakannya, Jalan Eks Pupuk Raya, Guntung, Kecamatan Bontang Utara, Jum'at (12/8).
Untuk pakan sehari-harinya, Husein harus membayar jasa orang lain untuk menyediakan hal tersebut. Karena menurutnya, ia tak mampu melakukan semua itu seorang diri.
"Ada satu orang yang saya gunakan jasanya untuk mengambilkan makanan kambing, soalnya banyak mas makanannya yang harus disiapka. Dalam sehari itu kambingnya diberi makan sebanyak dua kali, pagi dan sore. Ini aja baru datang makanannya sudah habis," ujarnya.
Dalam melakukan usaha, Husein tak pernah setengah hati. Perlu adanya keseriusan dan kerja keras. Olehnya itu, pengorbanan yang ia lakukan selama ini baik dari segi modal ataupun lainnya tidaklah sia-sia.
"Alhamdulillah setiap bulan pemasukan saya bisa sampai 50 juta. Yang mahal itu biaya operasional buat perawatannya mas, sehingga hewan-hewan ini juga selalu sehat. Mudah-mudahan bulan depan ada bantuan dari DPKP karena sudah di janji. Kalau ada nantinya kita bagikan sama anggota yang termasuk dalam kelompok binaan DPKP," cetusnya.
Meski pernah mengalami kerugian lantaran kambing yang dipeliharanya banyak yang mati, namum itu tak menyulutkan semangat Husein untuk melajutkan usaha ternaknya.
"Waktu awal-awal aja itu banyak yang mati karena belum berpengalaman. Kambingnya itu mati karena ada makanan yang tidak cocok, dan membuat kembung perut kambing. Kalau kembung agak sulit ngobatinya mas, tapi sekarang sudah tidak ada lagi yang mati karena sudah ada sedikit pengalaman," tandasnya.

