Pemerintah Kota Samarinda kini kembali memproses lelang proyek lanjutan senilai Rp8,3 miliar untuk menangani berbagai persoalan teknis, termasuk keluhan tempias hujan di area kios pedagang.
EKSPOSKALTIM, Samarinda — Meski aktivitas perdagangan sudah berjalan, pekerjaan di Pasar Pagi Samarinda ternyata belum sepenuhnya selesai. Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini kembali melelang proyek lanjutan senilai Rp8,3 miliar untuk membenahi sejumlah persoalan, termasuk tempias hujan yang belakangan dikeluhkan pedagang.
Dana tersebut saat ini masih berproses dalam tahap lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), dengan fokus pekerjaan di antaranya penanganan tempias hujan dan penataan akses Jalan Pandai yang menjadi bagian dari kawasan Pasar Pagi.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Samarinda, Andriyani Hanina, mengakui proyek lanjutan tersebut masih berada dalam tahapan administrasi sehingga jadwal pasti pelaksanaan fisik belum dapat dipastikan.
“Namun itu wewenang pokja (kelompok kerja),” ujarnya.
Meski belum mengetahui detail jadwal lelang, Andriyani memastikan pekerjaan yang akan dilakukan mencakup sejumlah penyempurnaan. Termasuk penataan Gang Pandai yang merupakan jalur distribusi logistik Pasar Pagi.
Proyek lanjutan ini muncul setelah berbagai persoalan mulai terlihat pasca gedung baru Pasar Pagi ditempati pedagang sejak awal tahun. Salah satu yang paling banyak dikeluhkan adalah tempias hujan yang masuk hingga ke area kios saat curah hujan tinggi mengguyur Kota Samarinda.
Bahkan dalam beberapa kejadian hujan deras, genangan air dilaporkan masuk ke area pertokoan sehingga pedagang harus berjibaku menyelamatkan barang dagangan mereka.
Sebagaimana diketahui Pemkot Samarinda telah menyiapkan konsep pemasangan panel sliding pada sisi bangunan untuk menahan tempias hujan tanpa mengganggu sirkulasi udara yang menjadi bagian dari desain awal gedung.
Namun demikian, penyelesaian fisik masih harus menunggu proses pengadaan dan kontrak pekerjaan. Karena itu, pedagang dipastikan masih harus bersabar menunggu realisasi proyek tersebut.
Di sisi lain, Dinas PUPR optimis pekerjaan dapat berjalan tanpa hambatan berarti.
“Insya Allah kendala tidak ada,” ucap Andriyani.
Meski demikian, Andriyani belum dapat memastikan kapan proyek tersebut dapat diselesaikan lantaran hingga kini kontrak pekerjaan belum ditetapkan.
PUPR pun meminta masyarakat dan pedagang untuk memahami bahwa proses penanganan tempias tidak bisa dilakukan secara instan dan masih harus melalui tahapan evaluasi teknis maupun penyesuaian anggaran.
“Mohon kesabaran untuk soal tempiasnya, karena kami masih harus mereview kenaikan harga dan lain-lain,” pungkasnya.



