PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pasar Pagi Baru, Masalah Lama: Pedagang Masih Bergelut dengan Tempias

Home Berita Pasar Pagi Baru, Masalah ...

Setiap kali hujan deras mengguyur Samarinda, sebagian pedagang Pasar Pagi kembali bersiap menghadapi genangan dan tempias air. Enam bulan menempati gedung baru, mereka mengaku persoalan itu masih berulang tanpa solusi yang terlihat di lapangan.


Pasar Pagi Baru, Masalah Lama: Pedagang Masih Bergelut dengan Tempias
Petugas kebersihan Pasar Pagi Samarinda membersihkan genangan air yang masuk ke area koridor saat hujan deras mengguyur kota, Senin (15/6/2026). Ekspos/Sintya

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Senin (15/6/2026) kembali menjadi ujian bagi Gedung Pasar Pagi yang baru. 

Di tengah upaya pemerintah melakukan penataan, persoalan tempias hujan masih menjadi keluhan sejumlah pedagang, terutama yang menempati lapak di bagian pinggir bangunan.

Kondisi tersebut terlihat saat hujan berintensitas tinggi disertai angin menerpa bagian luar gedung. Air hujan masuk ke area koridor dan menggenangi sejumlah titik di lantai atas pasar. Pedagang menyebut kondisi itu bukan pertama kali terjadi dan selalu berulang setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Amat, pemilik Toko Anugerah di lantai 5 Pasar Pagi, berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan yang sebelumnya telah beberapa kali disampaikan kepada publik.

“Ya tolong diperbaikin lah. Kasihan para pedagang yang lain. Setiap hujan deras pasti kayak gini, pasti tempias,” ujarnya pada EksposKaltim.

Baca juga: Ramadan di Depan Mata, Pegadang Lama Pasar Pagi Samarinda Terancam

Menurutnya, dampak terbesar dirasakan kios-kios yang berada di bagian pinggir bangunan karena langsung berhadapan dengan arah datangnya hujan dan angin.

“Kasihan kan yang toko-toko di pinggir-pinggir ini. Kalau kena hujan pasti kebanjiran. Jadi tolong diresponnya untuk Pemerintah Kota Samarinda,” katanya.

Keluhan tersebut muncul di tengah kondisi perdagangan yang menurut para pedagang belum sepenuhnya pulih pasca relokasi ke gedung baru. Karena itu, mereka berharap persoalan fasilitas dasar dapat segera diselesaikan agar aktivitas jual beli tidak semakin terdampak.

“Di sosmed kan sering pasti melihat keadaan di Pasar Pagi. Kasihan para pedagang. Sudah pasaran sepi tambah kebanjiran,” ucap Amat.

Pedagang yang telah berjualan selama sekitar 12 tahun di kawasan Pasar Pagi itu mengatakan dirinya mulai menempati gedung baru sejak awal Januari 2026. Selama beberapa bulan terakhir, persoalan tempias masih kerap terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Ia menjelaskan genangan air bisa meluas hingga ke area tengah koridor apabila tidak segera dibersihkan. Beruntung, petugas kebersihan pasar dinilai cukup sigap menangani kondisi tersebut sehingga air tidak terlalu lama menggenang.

“Ini kalau nggak disapuin ya sampai ke tengah, tapi untung bagian tim kebersihannya cepat tanggap,” katanya.

Tak hanya pedagang, kondisi tersebut juga disebut berdampak terhadap kenyamanan pengunjung yang sedang berbelanja.

Bahkan, menurut Amat, kondisi di lantai yang lebih tinggi disebut mengalami tempias yang lebih besar dibanding lokasi tokonya saat ini.

“Kalau di lantai 6 bisa lebih tempias lagi daripada ini, lebih parah lagi,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kota Samarinda sebelumnya telah memastikan penanganan tempias di Gedung Pasar Pagi masuk dalam agenda perbaikan tahun 2026.

Sementara itu, Dinas Perdagangan bersama pihak teknis sebelumnya juga telah menyiapkan konsep pemasangan penutup berbentuk sliding berbahan aluminium dan mika akrilik pada sisi bangunan yang terdampak tempias.

Sistem tersebut dirancang agar dapat dibuka dan ditutup oleh pedagang sesuai kondisi cuaca, dengan tujuan mengurangi masuknya air hujan ke area perdagangan tanpa mengganggu sirkulasi udara di dalam gedung.

“Tapi sampai sekarang belum (dipasang),” pungkas Amat.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :