PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tahun Kuda Api 2026 Datang, Euforia hingga Emosi Tak Stabil

Home Berita Tahun Kuda Api 2026 Datan ...

 Warga Tionghoa bersiap menyambut Tahun Baru Imlek pada 17 Februari yang menandai peralihan dari Tahun Ular ke Tahun Kuda Api


Tahun Kuda Api 2026 Datang, Euforia hingga Emosi Tak Stabil
Pekerja memasang lampion di Kelenteng Thien Ie Kong, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (10/2/2026). Pemasangan sebanyak 200 buah lampion pada kompleks kelenteng berusia 121 tahun yang ditetapkan sebagai cagar budaya tersebut untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Foto: ANTARA

EKSPOSKALTIM - Warga Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek atau Sincia pada 17 Februari mendatang. Pergantian tahun ini ditandai dengan perubahan shio dari Ular ke Kuda Api.

Dalam sistem penanggalan Tionghoa, Tahun Kuda Api menghadirkan kombinasi dua elemen api sekaligus. Elemen api kecil seperti cahaya lilin (Yin) dari Kuda di Cabang Bumi bertemu dengan elemen api besar seperti matahari (Yang) di Batang Langit, menjadikan energi api tahun ini dinilai sangat kuat.

Pakar Feng Shui Yulius Fang mengatakan Api Besar memiliki sifat menghangatkan dan bersahabat. "Api Besar sifatnya menghangatkan dan bersahabat, emosi lebih terkontrol, egosentris (self centre), dan menyukai rutinitas, sedangkan Api Kecil sifatnya tidak stabil seperti meledak-ledak dan sensitif, cenderung mengikuti suasana hati, tapi tanpa pamrih dan murah hati," ujarnya dikutip media ini dari antara.

Menurut Yulius, kombinasi dua elemen tersebut akan menghadirkan dinamika emosi di tengah masyarakat. "Akan banyak euphoria, kegembiraan, sesuatu yang cerah, terang, megah tapi diiringi emosi tidak stabil, temperamental, dan rasa tidak sabaran."

Ia menilai tahun ini juga akan diwarnai oleh orang-orang yang lebih terbuka, positif, ramah, dan santun. Namun, di sisi lain, energi api yang kuat bisa memunculkan sifat terlalu percaya diri, egois, spekulatif, hingga kecenderungan pamer atau flexing.

“Jadi kuda api ini akan menghasilkan vibrasi yang sangat kuat dengan adanya orang yang passionate, energik, tapi pada saat bersamaan juga mereka dipenuhi dengan ketidaksabaran dan ingin hasil cepat,” katanya.

Yulius juga menyebut fenomena FOMO atau takut tertinggal tren berpotensi meningkat. "Suatu isu itu akan mudah muncul dan hilang, namun secara umum tahun ini dimaknai sebagai momen yang penuh transformasi yang energik."

Perspektif Bisnis dan Kesehatan

Dalam tradisi Tionghoa, peruntungan setiap tahun diyakini berganti seiring perubahan musim dan energi. Shio sebagai lambang binatang digunakan untuk penentuan waktu sejak masa lampau agar lebih mudah diingat masyarakat.

Menurut Yulius, peruntungan pada tahun Kuda Api 2026 bisa bersifat fluktuatif. Shio yang sebelumnya beruntung belum tentu mengalami hal serupa tahun ini.

Dalam konteks bisnis, ia menilai Tahun Kuda Api menjadi momentum membuka usaha baru, namun tetap perlu kehati-hatian.

Ia mengingatkan adanya potensi penipuan karena sifat api yang tidak sabar dan ingin cepat mendapatkan keuntungan.

Adapun shio yang dinilai memiliki peluang keuangan lebih baik pada 2026 antara lain Kelinci, Kuda, Kambing, Kerbau, dan Anjing.

Yulius menyarankan apabila potensi keuntungan dinilai baik, usaha dapat dimaksimalkan dengan tetap meningkatkan kemampuan manajemen keuangan pribadi. Ia juga mengingatkan bahwa pendapatan yang meningkat kerap memicu perilaku boros.

Dari sisi kesehatan, elemen Api dinilai dapat membawa dampak ekstrem, termasuk risiko inflamasi. Pikiran yang tidak jernih juga disebut dapat memicu gangguan kesehatan.

Yulius menyarankan menjaga gaya hidup sehat demi kestabilan emosi dan kualitas pengambilan keputusan.

Ia juga mengingatkan bahwa pada tahun Kuda Api, Shio Ular, Naga, Kuda, Tikus, Ayam, dan Macan sebaiknya lebih memperhatikan kesehatan dengan melakukan medical check up serta berhati-hati dalam beraktivitas atau berkendara.

Sikapi dengan Bijak

Terkait pembacaan peruntungan shio, Yulius mengingatkan agar masyarakat menyikapinya secara bijak.

"Tinggal bagaimana seseorang tersebut melihatnya dengan perspektif positif atau justru terlampau hanyut jika shio yang dibacakan tidak sesuai perkiraan atau keinginan."

Menurutnya, pembacaan shio setiap Imlek bersifat umum dan membutuhkan data lebih lengkap untuk penafsiran yang lebih spesifik.

“Kami menyarankan untuk riset sendiri mana yang lebih akurat. Amati, review, mana yg lebih akurat. Memang Shio dari tahun lahir bersifat umum, lebih akurat bila lengkap analisis data tempat, tanggal, jam lahir,” katanya.

Ia menegaskan prediksi shio bukan satu-satunya penentu kehidupan.

“Karena hasil baik buruk tetap ada di tangan kita sendiri, outcome baik atau buruk tergantung daripada masing-masing personal yang melakukan asesmen terhadap hidup mereka,” tutup Yulius.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :