PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dari Amparan Tatak hingga Buka Puasa Bersama, Tradisi Iftar Kaltim Diusulkan ke UNESCO

Home Berita Dari Amparan Tatak Hingga ...

Tradisi berbuka puasa di Kalimantan Timur yang sarat kebersamaan, dari sajian khas seperti amparan tatak hingga budaya buka puasa bersama, kini didorong untuk didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.


Dari Amparan Tatak hingga Buka Puasa Bersama, Tradisi Iftar Kaltim Diusulkan ke UNESCO
Tradisi Iftar Berbasis Kearifan Lokal Kaltim Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO. Foto: RRI

EKSPOSKALTIM, Samarinda – Tradisi berbuka puasa atau iftar yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Timur kini diusulkan untuk didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Usulan tersebut disampaikan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah (BPKW) XIV Kalimantan Timur dan Utara dalam dialog budaya bertajuk Iftar dalam Perspektif Budaya Masyarakat Adat Kalimantan Timur yang digelar di Samarinda, Jumat (14/3). 

Kepala BPKW XIV Kaltimtara Titit Lestari mengatakan langkah tersebut bertujuan memperluas pengakuan internasional terhadap tradisi berbuka puasa masyarakat Indonesia yang sarat nilai kebersamaan dan kearifan lokal.

“Langkah kementerian ini bertujuan untuk memperluas pendaftaran agar tradisi buka puasa di Indonesia juga terdaftar di dunia, menyusul usulan serupa dari negara Iran,” kata Titit.

https://eksposkaltim.com/berita/kaltim-patenkan-67-warisan-budaya-tak-benda-cegah-klaim-pihak-luar-16095.html

Dialog tersebut melibatkan 33 entitas serta tokoh kebudayaan di Kalimantan Timur untuk membahas berbagai praktik budaya yang menyertai tradisi berbuka puasa di daerah ini.

Dalam kesempatan itu, Titit menyoroti keberagaman tradisi Ramadan di berbagai wilayah Indonesia yang memperkaya praktik iftar. Ia mencontohkan kebiasaan membangunkan sahur menggunakan sirine di Sumatera Barat hingga tradisi gema azan yang kuat di wilayah Kalimantan.

Selain tradisi sosialnya, berbuka puasa juga lekat dengan kekayaan kuliner khas yang memiliki nilai sejarah dan budaya. Beberapa di antaranya seperti bubur peca, kue talam, penganan jenderal mabok, hingga sajian manis amparan tatak yang kerap hadir saat Ramadan.

Titit juga mengamati kuatnya antusiasme masyarakat Kalimantan Timur dalam menjaga tradisi berbuka puasa bersama. Hal ini, menurut dia, terlihat dari tingginya minat masyarakat menggelar acara iftar selama bulan Ramadan.

“Bahkan sering kali sulit mencari tempat reservasi berbuka puasa bersama ketika Ramadan tiba,” ujarnya.

https://eksposkaltim.com/berita/kaltim-patenkan-67-warisan-budaya-tak-benda-cegah-klaim-pihak-luar-16095.html

Sementara itu, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Regional Kaltim Syaharie Jaang menilai tradisi iftar tidak sekadar ritual keagamaan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mencerminkan nilai toleransi di masyarakat.

Ia mencontohkan bagaimana kegiatan berbuka puasa bersama di lingkungannya kerap melibatkan warga lintas agama, bahkan dalam beberapa kesempatan panitia acara justru dikoordinasi oleh warga non-Muslim.

“Semangat kekeluargaan yang tecermin dari padatnya undangan berbuka puasa bersama hingga empat kali sehari ini membuktikan bahwa iftar adalah perekat keberagaman warga di Kalimantan Timur,” kata Jaang.

Melalui dialog budaya tersebut, para tokoh kebudayaan diharapkan dapat memberikan masukan agar nilai kebersamaan dalam tradisi berbuka puasa tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi muda.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :