PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Budaya Lokal Terancam, Kaltim Genjot Bahasa Daerah

Home Berita Budaya Lokal Terancam, Ka ...

Di tengah tekanan budaya global, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memperkuat pelestarian kearifan lokal dengan mewajibkan bahasa daerah di sekolah serta mempercepat digitalisasi sejarah dan warisan budaya.


Budaya Lokal Terancam, Kaltim Genjot Bahasa Daerah
Objek bersejarah bangunan tua Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin di wilayah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, yang ditetapkan sebagai cagar budaya peringkat nasional. ANTARA/Ahmad Rifandi.

EKSPOSKALTIM, Samarinda - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mendorong penguatan identitas lokal melalui integrasi bahasa daerah dalam kurikulum sekolah, di tengah kekhawatiran tergerusnya budaya akibat arus globalisasi.

Sekretaris Disdikbud Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengatakan pelestarian budaya tidak lagi cukup dengan menjaga tradisi secara konvensional, tetapi harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Pelestarian budaya saat ini bukan sekadar menjaga tradisi lama, tetapi kita harus agresif menyesuaikannya dengan perkembangan zaman dan teknologi,” ujarnya di Samarinda, Minggu (20/4). 

Sebagai langkah konkret, Disdikbud mewajibkan pengajaran bahasa Dayak, Paser, Berau, dan Kutai dalam muatan lokal di seluruh sekolah. Kebijakan ini dinilai penting untuk memperkuat identitas generasi muda di tengah dominasi budaya luar.

Selain melalui pendidikan, pelestarian juga dilakukan lewat penetapan cagar budaya nasional, seperti Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin di Tenggarong, serta restorasi kawasan Museum Sadurengas Paser dengan pengawasan ketat agar sesuai dengan bentuk aslinya.

https://eksposkaltim.com/berita-16263-bahasa-dayak-paser-tak-lagi-sekadar-muatan-lokal.html

Pemerintah juga mengubah pendekatan pelestarian dengan mengemas ulang catatan sejarah ke dalam format digital berbasis situs web dan media sosial. Upaya ini dilakukan bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim, termasuk digitalisasi naskah kuno.

Di sektor seni, berbagai kegiatan seperti Festival Kudungga dan pertunjukan rutin di Taman Budaya Kaltim kembali digiatkan dengan melibatkan komunitas lokal.

Produk kerajinan pelajar SMK dan karya seni siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) juga didorong tampil di tingkat nasional, termasuk di Taman Mini Indonesia Indah.

Rahmat menegaskan seluruh upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat pendidikan karakter agar generasi muda tetap menjunjung nilai budaya dan etika di tengah perubahan zaman.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :