EKSPOSKALTIM, Palembang – Warga Indonesia kini dihebohkan dengan wacana kenaikan harga rokok hingga Rp50 ribu per bungkus. Wacana tersebut kian santer terdengar, banyak meme bermunculan serta pro kontra seputar perdebatan isu kenaikan harga disiarkan langsung oleh stasius TV Nasional di Indonesia.
Hal itu membuat Adi (38), warga Jalan DI Panjaitan Plaju Palembang memborong jenis rokok kesayangannya dari agennya langsung. Adi membeli rokok sebanyak 22 slop (1 slop = 10 bungkus) rokok jenis Sampoerna putih. Dengan setiap bungkusnya berisi 12 batang rokok, total yang distok Adi adalah 2.640 batang rokok.
"Kabarnya rokok akan segera naik. Harganya bisa jadi Rp 50.000 sebungkus. Jadi saya buru-buru menyetok sebelum harganya bakal melambung tinggi," ujarnya, dikutip Kompas, Minggu (21/8).
Dengan persediaan rokok cukup banyak itu, pekerja swasta ini mengaku tak khawatir jika akan diberlakukannya kenaikan harga rokok tersebut.
"Kalau stok banyak aman. Jadi terserah jika nantinya harga rokok akan naik. Tentunya merokoknya akan lebih irit lagi," ucap dia.
Sama halnya juga dilakukan Muslim, warga Jakabaring mengaku bahwa dirinya ikutan latah dengan menyetok rokok dengan jumlah banyak.
Ia mengaku ikut memborong karena melihat masyarakat sudah sejak beberapa hari terakhir ini menyerbu sejumlah agen dan minimarket untuk membeli rokok.
"Harga sudah Rp 50.00. Jadi kita tegaskan kepada rekan-rekan kalau harga rokok mahal jadi tidak minta sembarangan lagi," ujarnya.

