EKSPOSKALTIM, Tenggarong- Ribuan pengunjung tumpah ruah di tepian turap Mahakam, untuk menyaksikan salah satu lomba yang sangat menarik yaitu lomba perahu motor atau oleh masyakat Kutai Kartanegara (Kukar) dikenal dengan sebutan perahu ketinting atau ces. Kegiatan tersebut dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub) dalam rangka memeriahkan Erau Adat Kutai dan International Folk Art Festival (EIFAF) di perairan Mahakam dari Tanggal 23 dan 24 Agustus 2016.
“Lomba perahu motor ini merupakan yang kelima kami selenggarakan, dan tahun ini peserta meningkat cukup banyak dengan jumlah 114 peserta yang terbagi menjadi 3 kelas yaitu kelas 6 PK, 9 PK, dan kelas bebas,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Kartanegara (Kukar) Marsidik.
Menurut Marsidik seluruh peserta telah didaftarkan kedalam asuransi Jasa Raharja, dan para pemenang akan disediakan hadiah berupa uang pembinaan.
“Seluruh peserta telah kami asuransikan, namun kami berharap kegiatan ini tidak terjadi klaim, karena perlombaan berjalan dengan baik dan tidak terjadi insiden. Tahun ini juga kami tidak menyediakan hadiah dalam bentuk barang seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan uang pembinaan untuk juara 1, 2, 3 dan harapan 1,” ungkapnya.
Sementara itu Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar H Marli berharap agar para peserta dapat menjunjung tinggi sportifitas, dan selalu mengutamakan keselamatan selama bertanding.
“Menjadi juara bukan satu-satunya yang menjadi tujuan utama, menjaga keselamatan dan memberikan hiburan yang menarik juga tidak kalah penting untuk dipertontonkan, agar masyarakat yang menyaksikan bisa terhibur,” ujar Marli.
Untuk diketahui perahu ketinting atau ces sendiri merupakan perahu kecil yang bermesin dibelakang dan sering digunakan sebagai sarana aktivitas warga pedalaman mencari nafkah, seperti menangkap ikan bahkan sebagai transportasi umum lainnya. Sehingga tidak pernah ketinggalan penghobi perahu ces tersebut selalu menghiasi lomba perahu motor yang digelar pemkab Kukar setiap tahunnya, meramaikan hajatan besar Erau Adat Kutai berskala internasional.
Selain perahu motor, juga digelar lomba gubang lunas yang digelar panitia selama tiga hari di perairan Sungai Tenggarong, sejak tanggal 21 Agustus lalu. Gubang lunas biasa masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) menyebutnya merupakan sebuah perahu tradisional yang dibuat dari sebatang pohon, biasanya pohon yang dipilih adalah pohon ulin, selain keras struktur kayunya juga tahan jika terendam air.
Cara membuatnya satu batang pohon yang cukup besar dengan ukuran panjang antara 3 sampai dengan 4 meter dibelah menjadi dua, kemudian dibentuk menjadi perahu dengan membuat lobang dibagian tengahnya. Gubang Lunas biasa digunakan masyarakat yang berada dipinggiran Sungai Mahakam , sebagai alat transportasi untuk berpergian atau mencari nafkah di sungai.
Menurut Koordinator lomba Gubang Lunas Topan mengatakan kegiatan lomba tahun 2016 diikuti 145 peserta , yang terbagi menjadi 4 nomor lomba yaitu perorangan dan beregu putra dan putri. Perorangan putra sebanyak 46 peserta, putri 30 peserta, kemudian untuk beregu putra 50 peserta dan beregu putri sebanyak 19 peserta. (hmp02/humas kukar)

