EKSPOSKALTIM, Bontang- Sebanyak 30 pekerja Cleaning Service (CS) dan Office Boy (OB) yang bertugas di Gedung Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, harus menerima keputusan pahit karena dirumahkan akibat defisit anggaran. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris DPRD Kota Bontang Fahmi Rizal, saat ditemui usai Rapat kerja (Raker) di ruang rapat Kantor walikota Bontang, Senin (29/8/2016).
Ia mengatakan, sudah seminggu mereka dirumahkan (Petugas kebersihan, red). Hal ini disebabkan karena tidak adanya pos anggaran di Sekretariat DPRD yang diperuntukan untuk pembayaran gaji petugas kebersihan tersebut.
“Sebenarnya penganggaran untuk jasa kebersihan ini sudah kami siapkan ditahun ini, hanya saja habis karena beberapa kali harus dirasionalisasi,” ungkapnya.
Menurutnya, pihaknya tetap akan mengusahakan mencari jalan keluar agar mereka dapat bekerja kembali, dan berharap ada anggaran diperubahan nanti.
“Kami usahakan agar di anggaran perubahan nanti ada pos anggaran buat jasa kebersihan, agar mereka bisa bekerja kembali,” jelasnya.
Lanju ia menyampaikan, ini adalah salah satu bentuk pemaksimalan anggaran, selain kegiatan yang berbentuk seremonial, ini juga termasuk rasionalisasi dari anggaran daerah yang minim.
“Kita tidak bisa paksakan untuk tetap mempekerjakan mereka, karena anggaran untuk menggaji mereka sudah habis terpangkas. Saat ini, tanggung jawab kebersihan kita berikan kepada PNS,” tutupnya.

