PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Wawali Balikpapan Soroti Iuran HUT RI, RT Diminta Tak Membebani Warga

Home Berita Wawali Balikpapan Soroti ...

Menurutnya, semangat gotong royong lebih penting dibanding membebani warga yang sedang menghadapi tekanan ekonomi.


Wawali Balikpapan Soroti Iuran HUT RI, RT Diminta Tak Membebani Warga
Wawali Balikpapan Bagus Susetyo meminta pengurus RT tak membebani warga dengan iuran berlebihan dalam perayaan HUT RI. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo meminta pengurus RT tidak membebani warga dengan iuran wajib dalam rangka menyemarakkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bagus mengatakan perayaan HUT Kemerdekaan seharusnya menjadi momentum yang dihadapi dengan ceria dan optimistis, bukan justru menambah beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

"Ya memang sebenarnya perayaan HUT dihadapi dengan ceria, gembira dan optimisme, bukan membebani masyarakat," kata Bagus.

Karena itu, ia berharap setiap RT yang hendak menggelar kegiatan dapat menyesuaikan pelaksanaannya dengan kondisi warga. Pengurus RT, menurutnya, tidak perlu menetapkan nominal iuran tertentu yang wajib dibayarkan seluruh warga.

"Makanya kita juga berharap kepada RT ketika berniat membuat sebuah kegiatan, saya harap menyesuaikan saja. Tidak perlu ditarget harus membayar sekian atau menetapkan iuran. Sistemnya ya sukarela, gotong royong saja," ujarnya.

Kontribusi Tak Harus Uang, Bisa Tenaga atau Pemikiran

Partisipasi warga dalam kegiatan lingkungan tidak harus selalu diberikan dalam bentuk uang. Warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dapat memberikan sumbangan lebih, sementara yang memiliki keterbatasan finansial tetap dapat berkontribusi melalui tenaga maupun pemikiran.

"Yang punya kelonggaran ekonomi lebih ya bisa menyumbang lebih. Yang tidak kan bisa tenaga atau pemikiran. Tidak hanya uang," katanya.

Ia pun meminta agar pengurus RT tidak memaksakan iuran dengan nominal yang sama kepada seluruh warga.

"Jangan dipaksakan. Jangan mewajibkan semua warga dengan nominal yang sama," tegasnya.

Tak Perlu Iuran Ratusan Ribu

Bagus mengatakan perayaan HUT Kemerdekaan merupakan momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus merayakan kemerdekaan dengan semangat gotong royong. Kondisi ekonomi masyarakat juga perlu menjadi pertimbangan ketika lingkungan hendak menggelar kegiatan perayaan.

"Tidak perlulah ratusan ribu. Situasi tidak mudah, banyak yang kesusahan, ekonomi juga seperti ini," ujarnya.

Ia berharap kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan justru dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersuka cita dan membangun kebersamaan.

"Bahkan kalau bisa kan produktif, jadi bisa menikmati dan gembira," katanya.

Bagus kembali menegaskan agar iuran yang ditetapkan dalam kegiatan lingkungan tidak menjadi kewajiban yang membuat warga merasa tertekan. "Jangan maksa iuran. Jangan begitu. Ada rapat RT silakan dibahas," ujarnya.

Warga Akui Keberatan Iuran Rp200 Ribu

Sementara itu, salah seorang warga Balikpapan Selatan, Bayu (bukan nama sebenarnya), mengaku keberatan dengan iuran sebesar Rp200 ribu yang ditetapkan RT-nya untuk kegiatan HUT Kemerdekaan. Ia menilai nominal tersebut cukup berat di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit.

"Ekonomi sedang sulit, jelas saja kami keberatan," kata Bayu.

Meski keberatan, Bayu mengaku tetap membayar iuran tersebut karena khawatir dikucilkan dari lingkungan tempat tinggalnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :