Ancaman karhutla di sekitar Ibu Kota Nusantara memasuki fase serius. Mulai hari ini (5/9), operasi water bombing untuk membasahi lima kawasan prioritas yang dinilai paling rawan memicu kebakaran lebih luas dikerahkan.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara (AU) dijadwalkan memulai operasi pengemboman air atau water bombing guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima area prioritas sekitar IKN pada Sabtu (5/9/2026).
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis A. Sumadilaga, mengatakan operasi tersebut merupakan bagian dari langkah terkoordinasi untuk memperkuat penanganan karhutla di kawasan sekitar IKN.
“Insyaallah mulai besok (Sabtu, 5 September 2026) kita akan melakukan water bombing ke area-area yang menjadi prioritas,” kata Danis seusai rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Lanud Dhomber, Balikpapan, Jumat (4/9).
Menurut Danis, penanganan tidak hanya dilakukan untuk memadamkan titik api, tetapi juga melalui pembasahan pada area yang berpotensi terbakar. Langkah itu dilakukan untuk menekan risiko penyebaran api.
“Makanya kita lakukan upaya pemadaman dan juga pembasahan agar tidak berkembang lebih lanjut,” ujarnya.
Otorita IKN bersama BNPB, TNI AU, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta stakeholder terkait di Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya menggelar rapat koordinasi penanggulangan karhutla di sekitar area IKN.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut surat Kepala Otorita IKN kepada BNPB terkait dukungan penanganan karhutla di area IKN.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, BNPB dan TNI AU telah menyiapkan helikopter Caracal di Lanud Dhomber, Balikpapan, untuk mendukung operasi pemadaman melalui water bombing.
Lima Titik Prioritas
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna A. Safitri, mengatakan terdapat lima area yang menjadi prioritas pelaksanaan water bombing berdasarkan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
Area satu adalah area yang dikenal sebagai Bukit Tengkorak, di dalamnya masuk kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya. Area kedua adalah area sepanjang Bukit Merdeka sampai dengan Teluk Dalam di poros Samarinda–Balikpapan, yang di belakangnya adalah Jalan Tol Balsam.
"Lalu area ketiga adalah area Wonotirto arah Tanjung Harapan, area yang ada gambut tipisnya,” ujar Myrna seusai Rakor di Lanud Dhomber Balikpapan, Jumat (4/9/2026).
Lima area prioritas tersebut meliputi Bukit Tengkorak, termasuk kawasan Tahura Bukit Soeharto dan sekitarnya; Bukit Merdeka; Teluk Dalam di sepanjang poros Samarinda–Balikpapan; Wonotirto; serta arah Tanjung Harapan.
Upaya pemadaman dan pembasahan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari penanganan bersama agar karhutla di sekitar IKN dapat ditangani secara cepat dan tidak berkembang lebih luas.



