EKSPOSKALTIM, Bontang - Usaha Forum Pemuda-Pemudi Mamuju Gunung Sari (FPPMGS) Kota Bontang untuk memperkenalkan Kota Bontang dalam Festival Karampuang 2016 di acara HUT ke-12 Sulawesi Barat, patut mendapatkan apresiasi.
Meski keberangkatan rombongan FPPMGS Kota Bontang ini harus merogoh kocek pribadi, namun mereka tetap antusias mengikuti Festival tersebut demi memperkenalkan Kota Taman kepada warga Sulawesi Barat.
Koordinator rombongan Dirman Arya menjelaskan, tekad bulat FPPMGS mengikuti event tersebut semata-mata hanya ingin memperkenalkan kota taman, tarian beserta budaya yang ada di Kota Bontang.
“Sebenarnya keikutsertaan kami ini menggunakan dana patungan dari rombongan. Kami sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah terkait, tapi hasilnya hanya mendapat jawaban defisit. Jadi kami berinisiatif untuk menggunakan dana pribadi,” ujar Dirman saat dihubungi melalui via telpon langsung dari Sulbar, Rabu (21/9/16) malam.
Disampaikan Dirman, dalam Festival Karampuang di Sulbar tersebut FPPMGS berhasil meraih juara dua untuk kategori tarian, dengan menampilkan tarian dayak. Juara tersebut melengkapi raihan prestasi FPPMGS dalam acara Festival Karampuang ini setelah sebelumnya juga masuk dalam kategori kostum terbaik.
“Ini adalah hasil kerja keras teman-teman, dan ini bentuk kebanggaan kami membawa nama Kota Bontang. Kami juga menyempatkan memberikan cinderamata kepada Calon Gubernur Sulbar, berupa Plakat FPPMGS pada saat kami bertandang mengunjungi beliau dikediamannya,” ungkapnya.
Disisi lain kata Dirman, Calon Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka sangat mengapresiasi FPPMGS Kota Bontang yang turut serta memeriahkan HUT Sulbar tersebut.
‘Beliau sangat bangga dan megapresiasi semangat dan keinginan kami yang jauh-jauh datang dari Bontang hanya untuk mengikuti dan memeriahkan acara HUT ini,” pungkasnya
Menurut Suhardi, keikut sertaan FPPMGS dalam acara tersebut memberi warna tersendiri, dan menambah pengetahuan masyarakat Sulawesi Barat. Pasalnya setiap kegiatan apapun di Sulbar, jarang ditemui atau bahkan tidak ada pakaian adat seperti dayak yang ditampilkan.
“Secara tidak langsung, FPPMGS menambah pengetahuan masyarakat disini (Sulbar, red) bahwa pakaian adat dayak beserta tariannya adalah seperti yang ditampilkan FPPMGS,” tandasnya.
Lebih lanjut Dirman menyampaikan pesan Calon Gubernur Sulbar tersebut kepada FPPMGS, sebagai generasi penerus adat dan budaya agar tidak melupakan budayanya sendiri yang notabene adalah putra-putri mamuju yang berdomisili di Kota Taman.(*)

