EKSPOSKALTIM, Bontang - Postur tubuh mungil nan cantik dari gadis kelahiran Bontang 13 Januari 18 tahun silam ini ternyata tak bisa disepelehkan. Pasalnya, gadis bernama lengkap Nur Fajariah Ramadhani ini ternyata jago menyelam.
Bahkan Nur (akrab ia disapa) mampu menyelam dan bertahan cukup lama didasar hingga kedalaman 4 meter. Tak ayal jika gadis ini merupakan salah satu pegawai andalan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang
“Alhamdulillah saya bisa cukup lama bertahan dengan kedalaman hingga 4 meter. Bahkan saat menyelam saya mampu menyentuh karang-karang didasar laut,” ujar perempuan alumni SMK 1 Bontang ini, Rabu (21/9).
Menjadi salah satu bagian Tim Rescue (penyelamat), Nur kadang disibukkan dengan kegiatan pencarian, memberi pertolongan dan penyelamatan terhadap keadaan darurat yang dialami manusia, maupun harta benda berharga lainnya.
Perempuan paling muda di Kantor BPBD ini mengatakan akan terus meningkatkan kinerjanya, dan terus berlatih untuk menjadi salah satu yang terbaik diantara para senior-seniornya yang ada di BPBD.
“Ya kalau mau seperti senior saya di kantor yang jago-jago menyelam, saya tentunya harus giat berlatih agar bisa diandalkan juga dan dapat menyalurkannya di saat melakukan pekerjaan kemanusiaan,” tuturnya
Selain berusaha meningkatkan keahliannya dalam menyelam, Nur pun berusaha menjaga kinerjanya dan selalu berupaya memberikan hasil kerja terbaiknya. Dan yang terpenting, ia berupaya menjadi kebanggan keluarga yang saat ini tengah memikul beban sebagai tulang punggung keluarga.
Saat ini, putri dari pasangan Jafaruddin (47) dan Sarifah Mardiana (41) ini berjuang untuk menghidupi kedua orangtuanya yang sudah tidak bekerja, dan bertanggung jawab menyekolahkan kedua adiknya M.Fahmi Faqih (13) dan M.Rizaqi Ridhoni (9).
“Saya harus memberikan yang terbaik untuk tempat saya bekerja dan memberikan terbaik pula untuk keluarga, karena kedua orang tua sudah tidak kerja lagi. Apalagi bapak sakit strok, ditambah ibu tidak bekerja,” beber perempuan yang juga pernah menjadi sutradara dan penulis skenario ini.
Sekedar diketahui, Nur juga pernah ikut ambil bagian mewakili Indonesia bersama tim BPBD , untuk mengikuti lomba Guangzhou Award 2015 tepatnya dibulan Oktober tahun lalu.
Dalam lomba Guangzhou International Award for Urban Innovation di Guangzhou China tahun lalu, ia mengirimkan bentuk soft file ke website penyelenggara dengan menampilkan inovasi mengenai membangun kemandirian berbasis masyarakat, dalam hal penanggulangan bencana. Ia pun berhasil masuk dalam nominasi 15 besar. (*)

