EKSPOSKALTIM, Bontang - Pemungutan biaya parkir pada Pesta Rakyat yang diselenggarakan di Stadion Bessai Berinta Lang-Lang, syarat dengan pungutan liar (pungli).
Bagaimana tidak, biaya parkir parkir yang tertera pada karcis Rp5 ratus, namun pengendara dimintai uang Rp2 ribu oleh petugas parkir.
Dari pantauan Eksposkaltim pada Jum’at (30/9) malam lalu, tak sedikit pengunjung yang dimintai oleh petugas parkir untuk membayar biaya parkir sebesar Rp2 ribu.
“Waktu saya tadi masuk, tukang parkirnya bilang dua ribu. Terus saya kasi uang Rp5 ribu, lalu diangsul Rp3 ribu,” kata Suwarno, salah satu pengunjung pesta rakyat.
Hal yang sama pun dialami Hanna Masfuka, salah seorang pengunjung pasar rakyat yang dipunguti biaya parkir lebih dari yang seharusnya.
“Saya bilang berapa mas, dia bilang dua ribu, ya saya bayar segitu. Tadi sih pas udah masuk baru ngecek karcisnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pesta Rakyat Nasir yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, pihaknya tak pernah menyuruh petugas parkir kegiatan ini untuk meminta biaya parkir lebih kepada pengunjung.
“Saya juga sudah menyampaikan kepada teman-teman yang bertugas di parkir, yang jelas tidak ada meminta Rp2 ribu,” tuturnya.
Nasir menegaskan, pihaknya kembali akan mengevaluasi seluruh petugas parkir di Pesta Rakyat ini, untuk menghindari pungutan biaya parkir lebih dari yang seharusnya kepada pengunjung.
“Saya tidak melihat langsung di lapangan seperti apa, tapi saya akan lakukan brefing kembali dengan anggota-anggota saya,” tutupnya.

