EKSPOSKALTIM, Bontang- Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang semakin serius untuk mewujudkan program Smart City, Mengingat pada tahun 2015 lalu kota Bontang mendapat penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) Kategori Kota Kecil se Indonesia.
Dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bontang (BAPPEDA) Zulkifli. Sejumlah SKPD diantaranya Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, Badan Lingkungan Hidup Kota Bontang, Bank Indonesia (BI) Regional Kaltim Serta Dinas-dinas lain mengikuti rapat pembahasan Smart City yang berlangsung di ruang rapat Bappeda, Bontang Lestari Sekambing Kota Bontang, Selasa (19/04/2016).
Dalam rapat ini dibahas sejumlah rencana program Smart City dan pengembangannya, meliputi Kebijakan dan strategi pembangunan umum berdasarkan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), dimana kondisi saat ini meliputi Infrastuktur dasar transportasi telekomunikasi dan internet, tata ruang kota, regulasi/perizinan, elektronifikasi pemda, kesejahteraan dan ketimpangan.
Di dalam rapat itu, setiap SKPD menjelaskan kesiapan dari tiap-tiap bagian soal kesiapan mereka di program smart city. Misalnya, dari Badan lingkungan hidup menjelaskan bagai mana penanganan limbah industri gas yang di salurkan kepada masyarakat untuk digunakan sebagai pengganti gas LPG. Bahkan, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Bontang (BLH),Agus Amir, berharap nantinya limbah gas tersebut bisa di salurkan ke tabung gas 3kg seperti yang dimiliki pertamina, agar seluruh masyarakat kota Bontang bisa menggunakan Gas tersebut.
Tidak ketinggalan, Kepala Dinas Pendidikan, Dasuki, juga memaparkan kesiapannya di smart city. Ia menjelaskan beberapa program pendidikan yang sudah menggunakan basis internet, salah satunya tentang Pedaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara Online.
Disisi lain Bank Indonesia diwakili Manager Ekonomi dan Keuangan Regional Kaltim, Rifki Ismail, menjelaskan bahwa kedatangannya ingin mengetahui informasi perkembangan kota Bontang di situasi perekonomian kaltim yang sedang menurun.
“Bontang kan sebagai salah satu pemenang penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia (IKCI) kategori kota kecil tahun 2015. Kita ingin menggali informasi kiat-kiatnya apa, terus kedepannya seperti apa pengembangannya dalam rangka membangun pertumbuhan ekonomi disaat pertumbuhan ekonomi kaltim yang sedang menurun” urainya.
Ia juga berharap, pemerintah kota bontang melakukan terobosan-terobosan baru agar tidak terpengaruh dari dampak perekonomian kaltim yang sedang menurun.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bontang (BAPPEDA), Zulkifli, mengatakan, “Konsep Smart City akan digunakan untuk menyelesaikan sejumlah persoalan di berbagai bidang seperti persampahan, perhubungan, kesehatan, pendidikan, birokrasi dan lainnya,” tutup Zulkifli. (*)

