EKSPOSKALTIM, Mahulu - Melkior Paron Tingan, laki-laki tegas yang memiliki prinsip hidup "Membuat karya-karya yang bermanfaat bagi orang lain", lahir pada tanggal 1 Januari 1965, di Kampung Tiong Ohang, Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
Seorang bapak yang memiliki 6 orang anak dari pasangan bernama Yuliana Hiroh Aran ini, tertarik pada dunia politik sejak usia bujang. Kini, politisi dari fraksi P3N ini menjabat sebagai Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mahulu.
"Saya tertarik pada dunia politik sejak muda dulu, karena orang di sekeliling saya berasal dari politik. Dan sekarang saya menjabat menjadi anggota DPRD dengan satu tujuan, ingin karya-karya saya didasari oleh legalitas yang resmi dengan baju politik ini. Khususnya karya yang bermanfaat bagi orang lain," ujar pria yang akrab disapa Paron ini, kepada eksposkaltim saat ditemui di Kantor DPRD Mahulu, Selasa (6/12) siang.
Sejak tahun 2014, Paron menjabat sebagai Anggota DPRD. Dalam menggapai posisinya sekarang, Paron melalui perjuangan yang keras. Tidak sedikit mendapati orang-orang yang meragukan niatnya. Sering dipandang sebelah mata, bahkan tak mendapat pengakuan atas karya yang ia hasilkan, karena berangkat dari seorang petani kakao yang memiliki impian besar.
"Sebelum saya menjabat menjadi anggota DPRD, profesi awal saya Petani Kakao. Karena tertarik dengan dunia politik, saya sembari mempelajarinya. Pada saat saya ingin mengimplementasikan ilmu politik, banyak orang yang meragukan dan memandang sebelah mata. Bahkan berkata Paron ini sapa sih? memiliki impian yang tinggi dan tidak sadar kondisinya," kata Paron meniru cibiran orang lain kepadanya.
Tak ingin impiannya terkendala hanya menjadi seorang Petani, niat mulia Paron untuk menjadi seorang yang bermanfaat bagi orang lain berawal dari profesi guru yang ia anggap bisa merealisasikan keinginannya. Mewujudkan itu, ia menempuh pendidikan Keguruan dalam kuliahnya. Setelah lulus, Paron mengabdikan dirinya di kampung halaman sebagai Guru.
Tak puas hanya menjadi seorang tenaga pengajar saja, Paron bertekad mendirikan sebuah Yayasan yang diberi nama Bina Karya Insan. Yayasan tersebut ia rintis mulai dari tahun 2000, dan kini telah menjadi SMAN 1 Kecamatan Long Apari, karena telah dihibahkan kepada Pemerintah.
"Salah satu karya terbesar saya sebelum menginjak DPRD ini adalah sekolah SMAN 1 Long Apari. Itu bentuk nyata dari kerja keras saya. Alasannya satu, saya ingin memajukan tanah kelahiran saya melalui masyarakatnya. Saya ingat perjuangan keras saya saat memperjuangkan murid-murid mengikuti Ujian Nasional pertama kali, sampai saya bawa kesekolah lain untuk menumpang. Dan syukur sekolah ini mulai berkembang saat ini," tutupnya.(Adv)

