EKSPOSKALTIM, Bontang- Kepala Unit gawat darurat (UGD) RS Amalia, Dokter Yunita menjelaskan UGD adalah salah satu bagian di rumah sakit yang menyediakan penanganan awal bagi pasien gawat darurat. Yang berfungsi untuk memberi pertolongan pertama secara cepat dan bersifat sementara, bagi pasien yang menderita luka ataupun terserang penyakit mendadak.
“Yang terpenting dalam memberi pertolongan pertama adalah memberi perawatan dan pelayanan kesehatan yang akan menguntungkan orang tersebut, sebelum diberi penanganan lebih lanjut nantinya apabila memang diperlukan.” Ujarnya.
Untuk itu, lanjut Dokter Yunita menambahkan, penting untuk mengenal kriteria pasien baik yang gawat darurat, maupun non gawat darurat. Dalam kasus gawat darurat seperti cardiac arrest (henti jantung), fibrilasi ventrikel, tension pneumothorax, harus mendapat perhatian dengan menggunakan kode warna merah. Selain itu, keadaan seperti ini juga mengharuskan penanganan segera pada ruang resusitasi.
“Pelayanan pada Unit Gawat Darurat untuk pasien yang datang, akan langsung dilakukan tindakan sesuai dengan kebutuhan dan prioritasnya. Bagi pasien yang tergolong emergency (akut), akan langsung dilakukan tindakan menyelamatkan jiwa pasien. Bagi pasien yang tergolong tidak akut dan gawat, akan dilakukan pengobatan sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dikembangkan sedemikian rupa sehingga mampu mencegah kematian atau kecacatan yang mungkin terjadi. (*)

