EKSPOSKALTIM, Bontang - Ketua DPD KNPI Kota Bontang, Abdul Rasyid menilai langkah PDAM Tirta Taman Kota Bontang untuk menaikkan tarif dasar air PDAM tidak tepat dan tidak bijak.
Dari itu, ia meminta pemerintah untuk memperhatikan persoalan ini. Sebab menurutnya, menaikkan tarif dasar air hingga mencapai 100 persen dari tarif sebelumnya tentu terlalu membebani masyarakat, sehingga dinilai langkah ini tak memiliki nurani.
Ditengah kondisi masyarakat Kota Bontang yang saat ini bisa dikategorikan terpuruk, maka tidak etis bila kenaikan tarif nantinya menjadi beban baru buat mereka.
Olehnya, ia berharap pimpinan PDAM bisa berpikir kembali guna mencari solusi atau strategi dalam meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas (K3) pelayanan PDAM tanpa harus mencekik masyarakat.
“Saya berharap pimpinan PDAM dapat mengkaji ulang dan mencari solusi lain selain mencekik keuangan masyarakat yang bisa saya katakan sedang terpuruk, karena menurut saya PDAM saat ini dalam kondisi sehat dan tidak sekarat,” kata Rasyid kepada Eksposkaltim, Rabu (3/1).
Rasyid membenarkan jika upaya menaikkan tarif PDAM tersebut merupakan langkah peningkatan kualitas air PDAM, yang nantinya juga akan dinikmati masyarakat itu sendiri.
Namun kata dia, pemberlakukan kenaikan tarif ini PDAM ini seyogyanya tidak menghantam secara merata terhadap pengguna air PDAM yang ada di Kota Taman.
“Mendukung kinerja kerja PDAM untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat ya sudah tentu kami dukung, apalagi tentang perbaikan 3K+2K,” pungkasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, terkait kenaikan tarif ini pihak PDAM tentu harus memahami 4 golongan masyarakat. Bagi masyarakat golongan masyarakat 3 dan 4, atau kelas menengah keatas mungkin tak mempermasalahkan kenaikan ini.
“Bagi golongan 1 dan 2 yang kita ketahui itu adalah kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, seperti apa nantinya. Hal inilah yang mereka harus pikirkan,” terangnya.
Diterangkannya, selama periode 2007 sampai dengan periode 2017 saat ini, PDAM memang belum pernah menaikkan tarif dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
“Namun ketika PDAM tidak menaikkan tarif sampai dengan saat ini, kondisi PDAM ternyata survive saja. Artinya tanpa dinaikkan pun air PDAM baik-baik saja,” tandasnya.(*)

