EKSPOSKALTIM, Bontang - Puluhan Kontraktor yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengusaha Lokal Bontang (FKPLB) akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 6 Februari 2017 mendatang.
Hal itu disampaikan dalam Konferensi Pers yang digelar FKPLB sore tadi, di Jalan MT Haryono, Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (4/2/17).
Ketua FKPLB Frans Micha mengatakan, aksi tersebut rencananya digelar di depan kantor Dinas Pengelolan Keuangan Daerah (DPKD) Kota Bontang.
Aksi ini untuk mendorong pemerintah tetap melakukan pergeseran anggaran, sehingga pembayaran terhadap kontraktor dapat segera terselesaikan.
"Aksi yang akan kita lakukan nantinya merupakan tindak lanjut dari pertemuan kita dengan Walikota pada Januari lalu, yang sampai saat ini belum ada keputusan pasti," kata Frans.
Dijelaskan Frans, dampak keterlambatan pembayaran yang dilakukan pemerintah membuat bunga Bank pinjaman kontraktor semakin membengkak. Pasalnya, para kontraktor sendiri juga memiliki utang piutang terhadap Bank.
"Saya tidak masalah pembayaran terus diulur-ulur. Tapi mau kah Pemerintah menanggulangi denda selama waktu itu. Denda itu cukup tinggi, siapa yang mau tanggung jawab," tegasnya.
Lebih parahnya lagi, kata dia, pihak Bank tak mau tahu mengenai persoalan ini. Sehingga, pihak Bank tidak sungkan untuk menyita rumah dan aset lainnya dari kontraktor sebagai jaminan dalam peminjaman uang.
"Pokoknya saja belum di bayar, apalagi kalau masalah bunganya," pungkasnya.

