EKSPOSKALTIM, Luwu Timur, Sulsel - Ketua OSIS SMAN 1 Tomoni, Rika Panding hanya bisa pasrah saat Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Polres Luwu Timur menyita hasil penjualan dan kalender yang belum terjual milik organisasinya.
Ditemui di Sekolah pagi tadi, Rika berharap semuanya bisa berjalan baik dan menyerahkan semua hal itu kepada pihak kepolisian untuk diproses.
"Kami selaku pengurus OSIS tidak keberatan apa yang dilakukan TIM saber Pungli tersebut", kata Rika Pandin di SMAN 1 Tomoni, Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulsel, Selasa (7/2/2017) pagi tadi.
Menurut Rika, rumor mengenai pungutan liar di sekolahnya melalui penjualan kalender ke siswa itu tidak benar. Karena dalam penjualannya tak pernah ada penekanan atau pun paksaan.
"Kami menjual kalender ini secara umum baik dilingkungan sekolah maupun diluar, dan tidak ada paksaan untuk membeli,” pungkasnya.
Rika menyebutkan, hasil penjualan kalender itu nantinya akan digunakan untuk membeli almamater OSIS berupa baju jas sebanyak 50 pasang. Ada 800 lembar kalender 2017 yang dicetak.
Namun apa daya kata Rika, rencana tersebut menemui kendala karena uang hasil penjualan sebesar Rp 4.923.000, termasuk kalender yang belum terjual telah diamankan Tim Saber Pungli Polres Luwu Timur pada Kamis (2/2/2017) lalu.
Yang menjadi keresahan ketua OSIS ini, karena biaya pembuatan kalender dan baju jas itu belum terbayarkan hingga saat ini.
Senada, Pembina OSIS SMAN 1 Tomoni Ruspin menjelaskan, pembuatan dan penjualan kalender tahun 2017 tersebut merupakan salah satu agenda kegiatan OSIS dalam bentuk kewirausahaan.
“Kalender ini dijual secara umum melalui bantuan siswa. Bahkan guru di sekolah ini pun ikut membeli,” tandas Ruspin.

